Lebaran 2019

H-1 Lebaran 2019, Pasar Induk Petung Ramai, Harga Naik Sedikit Bukan Masalah Besar

"Harga kemarin masih Rp 130.000 per kilogram untuk daging sapi dan Rp 38.000 untuk ayam. Harganya masih masuk akal sih mba kalau segitu"

H-1 Lebaran 2019, Pasar Induk Petung Ramai, Harga Naik Sedikit Bukan Masalah Besar
Tribunkaltim.co, Heriani AM
Pasar Induk Petung dipadati masyarakat yang akan berbelanja H-1 lebaran 2019, Selasa (4/5/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO,  PENAJAM - Memasuki H-1 hari raya idul fitri 1440 H, masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memadati pasar induk tradisional Petung, Jalan Provinsi Kilometer 18 Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam. Meski awan hitam di langit membayang-bayangi, minat belanja masyarakat tetap tinggi.

Diakui Dian, warga yang menyempatkan waktu belanjanya untuk diwawancarai, perayaan hari besar keagamaan memang sudah menjadi kebiasaan masyarakat PPU, dan tentunya daerah lain untuk berbelanja sejak pagi.

Pedagang daging sapi saat melayani pembeli di Pasar Induk Petung.
Pedagang daging sapi saat melayani pembeli di Pasar Induk Petung. (Tribunkaltim.co, Heriani AM)

"Biar tidak kehabisan," kata Dian, Selasa (4/5/2019).

Dian mengaku membeli daging sapi dan daging ayam masing-masing dengan harga Rp 135.000 dan Rp 45.000 per kilogram. Meski mengalami sedikit kenaikan, ia mengatakan hal tersebut tidak menjadi masalah besar.

"Harga kemarin masih Rp 130.000 per kilogram untuk daging sapi dan Rp 38.000 untuk ayam. Harganya masih masuk akal sih mba kalau segitu, karena kebutuhan masyarakat yang banyak, kan," jelas Dian.

Harga bawang putih dan bawang merah yang biasanya selalu menjadi topik hangat, kali ini adem ayem. Sejak mengalami kenaikam beberapa pekan lalu yang mencapai Rp 110.000 dan Rp 80.000 per kilogram untuk bawang putih dan bawang merah, kali ini stagnan di angka Rp 40.000 dan Rp 35.000 per kilogramnya.

"Harga cabai masih sama seperti minggu lalu yaitu Rp 45.000 perkilogram. Yang mahal tomat, Rp 25.000 perkilogram yang biasanya hanya berkisar Rp 15.000 hingga Rp 17.000," kata Asmiati, pedagang sayur.

Warga antre parut kelapa di pasar Petung
Warga antre parut kelapa di pasar Petung (Tribunkaltim.co, Heriani AM)

Asmiati mengatakan, harga sayuran memang mengalami kenaikan karena cuaca buruk yang mengakibatkan gagal panen. Namun ia masih bisa mengatasi dengan mengakali barangnya.

"Yang ambil sayur kiloan, ada tapi tidak banyak. Jadi saya dan pedagang lainnya biasanya mengikat satu-satu lalu dijual. Seperti daun bawang dan seledri yang banyak dicari saat hari seperti ini, diikat sejumput lalu dijual," terang Asmiati.

Sedang yang menjadi primadona saat menjelang momen seperti ini adalah jasa parut kelapa dan pedagang santan. Pantauan tribunkaltim.co, warga tampak memadati sejumlah tempat jasa parut kelapa dan penjual santan ini.

Halaman
12
Penulis: Heriani AM
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved