Kue Lebaran Sri Terendam Banjir, Mesin Cuci Hanyut, Musibah Paling Parah dari Tahun-tahun Sebelumnya

“Sudah saya buat kue kering, seperti nastar dan baju sudah beli. Tapi banjir mas, yah sudah mau diapa lagi,” ujar Sri Yani

Kue Lebaran Sri Terendam Banjir, Mesin Cuci Hanyut, Musibah Paling Parah dari Tahun-tahun Sebelumnya
Tribunkaltim.co, Ichwal Setiawan
AMANKAN BARANG — Zaenal dan Sri Yani menjadi salah satu warga yang terdampak akibat banjir. Mereka harus merasakan berlebaran tanpa suguhan kudapan ringan dan baju yang sudah dibelikan 

TRIBUNKALTIM.CO,  BONTANG — Musibah banjir di Bontang sejak semalam membuat warga khususnya umat muslim merugi. Pasalnya, persiapan menyambut hari raya Idul Fitri 2019 yang dilakukan jauh-jauh hari seketika rusak akibat banjir sekejap.

Hal ini dirasakan Sri Yani (40) warga jalan Bandung 1, RT 25, Kelurahan Telihan, Kecamatan Bontang Barat. Sajian kudapan kue kering yang telah ia buat sebanyak 3 kilogram ludes terendam air.

Zainal amankan barang-barang
Zainal amankan barang-barang (Tribunkaltim.co, Ichwal Setiawan)

Kemeriahan menyambut hari raya diurungkan pasangan Sri Yani dan Zainal Siregar (48) dan kelima buah hatinya. Agenda menyambut hari raya yang biasanya suka cita kini harus merugi.

“Sudah saya buat kue kering, seperti nastar dan baju sudah beli. Tapi banjir mas, yah sudah mau diapa lagi,” ujar Sri Yani didampingi suaminya saat mengangkat perabot rumah ke tempat lebih tinggi.

Rumah Sri Yani mulai tergenang air sejak Senin, (3/6/2019) sekitar pukul 22.00 Wita malam. Mulanya ia menyelamatkan perabotan elektronik ke tempat tinggi di dalam rumah. Namun tak disangka, banjir kali ini jauh lebih tinggi.

Zainal amankan barang-barang
Zainal amankan barang-barang (Tribunkaltim.co, Ichwal Setiawan)

Tahun-tahun sebelumnya, banjir menjadi langganan rutin tiap memasuki musim penghujan. Namun, ketinggian air paling tinggi hanya semata kaki. “Ini paling parah mas, sampai 1,5 meter di dalam rumah saya,” ujar Zainal Siregar sembari tangannya menujuk dada.

Selain persiapan lebaran, mesin cuci miliknya ikut dibawa arus. Air setinggi 1,5 meter menghayutkan mesin cuci miliknya yang disimpan di belakang rumah.

Ketua RT 25, Kelurahan Telihan, Clemes menerangkan sebanyak 47 rumah warganya terendam air sejak semalam. Diprediksi jumlah ini bakal bertambah seiring permukaan air yang terus meningkata.

Dari jumlah tersebut, 199 jiwa harus terdampak banjir. Sebagian mereka masih bertahan di rumah menunggu air surut, namun sebagian lainnya telah mengungsi di tempat tinggi dan rumah ibadah. “Kami sudah laporkan ini ke pemerintah supaya dapat penanganan sementara,” ujar Ketua RT 25. (m09)

Subscribe official YouTube Channel Tribun Kaltim

Halaman
12
Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved