Stok Ayam di Pasar Induk Nenang Masih Banyak, Daging Menipis di H-1 Lebaran 2019

Jadi pembeli harus pesan dulu. Kemarin dia pesan, hari ini baru bisa diambil. Ini saja daging yang saya jual ini untuk orang yang sudah pesan

Stok Ayam di Pasar Induk Nenang Masih Banyak, Daging Menipis di H-1 Lebaran 2019
Tribunkaltim.co, Aris Joni
Stok daging ayam di Pasar Induk Nenang masih banyak di H-1 Lebaran 2019 

TRIBUNKALTIM.CO,  PENAJAM - Aktivitas jual beli di pasar induk Nenang, Penajam masih tinggi hingga H-1 Lebaran. Terutama penjualan bahan lebaran seperti Daging dan Ayam.

Pantauan Tribunkaltim.co, di lokasi, masih banyak warga yang mengantre untuk membeli daging dan ayam. Selain itu, stok daging di pasar tersebut sudah menipis, hanya tinggal satu pedagang yang menjual daging. Sedangkan stok ayam masih banyak yang menjualnya.

Stok ayam masih banyak di Pasar Nenang
Stok ayam masih banyak di Pasar Nenang (Tribunkaltim.co, Aris Joni)

Penjual daging di Pasar Induk Nenang, Amat mengatakan, daging jualannya hari ini adalah stok terakhir yang ada. Bahkan untuk mendapatkan daging kata dia, para pembeli harus memesan sehari sebelumnya untuk dapat daging.

"Jadi pembeli harus pesan dulu. Kemarin dia pesan, hari ini baru bisa diambil. Ini saja daging yang saya jual ini untuk orang yang sudah pesan kemarin, kalau ada lebihnya baru kita jual langsung," jelasnya. Selasa (4/6/2019).

Ketika stok ayam melimpah, daging justru menipis, harus pesan sehari sebelumnya
Ketika stok ayam melimpah, daging justru menipis, harus pesan sehari sebelumnya (Tribunkaltim.co, Aris Joni)

Untuk harga sendiri ungkapnya, terdapat sedikit kenaikan, namun tidak signifikan. Untuk hari normal harga daging sekitar Rp 120 ribu, sedangkan untuk momentum lebaran ini harga daging per kilogram bisa mencapai Rp 140 ribu sampai Rp 150 ribu.

"Naik sih, tapi gak terlalu tinggi. Masih wajar saja naiknya," ucap Amat.

Sementara itu, penjual ayam, Deni menerangkan, stok ayam di pasar Induk Nenang ini masih banyak, terutama jenis ayam Kampung. Sama halnya dengan harga daging, ia juga menegaskan harga ayam mengalami kenaikan tapi tidak terlalu tinggi.

Deni menjelaskan, pada hari biasa harga ayam sekitar Rp 40 ribu per kilogram, namun saat ini harganya bisa mencapai Rp 45 ribu. Sedangkan, untuk per ekornya saat ini bisa mencapai harga Rp 95 ribu sampai Rp Rp 110 ribu. Sedamgkan hari normal hanya sekitar Rp 70 ribuan per ekornya.

"Kalau per ekor sesuai timbangannya lagi mas," tutur Deni.

Terpisah, salah seorang pembeli daging, Rusmiati mengatakan, dirinya tidak merasa keberatan dengan sedikir kenaikan harga daging pada kondisi lebaran saat ini. Ia menganggap kenaikan tersebut merupakan hal yang wajar karena saat ini kebutuhan warga sangat meningkat untuk pembelian daging dan ayam.

Halaman
12
Penulis: Aris Joni
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved