Ani Yudhoyono Meninggal Dunia

Airin Rachmi Diany Mengenang Ani Yudhoyono, 'Beliau Sosok yang Tangguh'

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany menyampaikan duka cita atas meninggalnya Ani Yudhoyono sebagai sosok itu bangsa

Airin Rachmi Diany Mengenang Ani Yudhoyono, 'Beliau Sosok yang Tangguh'
HO - BPJS Ketenagakerjaan
Kunjungan bersama dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan ke ICU Rumah Sakit OMNI Tangerang Selatan. (kiri-kanan: Benyamin Davnie, Wakil Walikota Tangsel; Agus Susanto, Dirut BPJS Ketenagakerjaan; Airin Rachmi Diany, Walikota Tangsel). 

Praktis perayaan lebaran tahun ini, SBY tanpa sosok orang yang selalu setia mendampinginya itu semasa hidup.

Wafatnya Ani Yudhoyono juga menjadi kehilangan besar bagi Partai Demokrat.

Idul Fitri 2019, jadi Lebaran terberat Partai Demokrat tanpa sosok Ani Yudhoyono

Hal ini diakui Kepala Divisi Hukum dan Advokasi Bantuan Hukum DPP Demokrat, Ferdinand Hutahaean yang menjelaskan, lebaran tahun ini menjadi yang paling berat dirasakan.

"Iya, ini lebaran kami yang terberat. Tidak hanya untuk keluarga, tetapi juga untuk partai (Demokrat)," katanya kepada Tribun, Jakarta, Senin (3/6/2019) dilansir dari Tribunnews.com.

Sakit Ibu Ani Yudhoyono Diolok-olok hingga Ferdinand Hutahaean Ngamuk, padahal Begini Kondisinya
Idul Fitri 2019, Jadi Lebaran Terberat Partai Demokrat Tanpa Sosok Ani Yudhoyono (Kolase Instagram @ferdinand_hutahaean)

Ferdinand Hutahaean mengungkapkan pada Minggu (2/6/2019) malam, dirinya ikut dalam pertemuan dengan SBY di Cikeas, Bogor.

Saat itu, Ferdinand Huahaean melihat baik SBY maupun kedua anaknya, yakni Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono masih sangat terpukul atas kepergian Ani Yudhoyono.

Ini Empat Makanan Kesukaan Mendiang Ani Yudhoyono, Ada Coklat Beng Beng dan Sambal

Ketika Kain Batik Cokelat Jadi Penutup Jenazah Ani Yudhoyono, Rencana Lebaran 2019 Berakhir Duka

Malam itu, menurut Ferdinand Hutahaean, AHY mengatakan tidak ada lagi orang tua yang lengkap untuk prosesi sungkeman saat lebaran.

SBY pada lebaran tahun ini, juga berencana untuk tidak melakukan "Open House" di Cikeas karena suasana masih berduka.

"Mas Agus bilang, akan ada yang kurang saat sungkem dengan orangtuanya. Rencananya, tidak open house di hari raya," ujarnya.

Sementara itu, Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, mengatakan bahwa SBY memang tidak akan menggelar Open House.

Pasalnya, SBY ingin menenangkan pikiran di Cikeas.

"Tadi malam kami berdiskusi untuk beliau coba menata hati sampai mungkin satu minggu di Cikeas dan satu minggu di Kuningan. Itu yang kami sempat diskusikan tadi malam," kata Hinca Panjaitan di Puri Cikeas.

Saat ini, dikatakan Hinca Panjaitan, mental SBY masih belum stabil usai wafatnya sang istri Ani Yudhoyono.

"Beliau masih perlu menata ya, kadang kalau kita berbicara tentang Bu Ani beliau masih menangis. Di sanalah kami mencoba menghibur," ungkap Hinca Panjaitan.

Kendati demikian, SBY disebutkan masih akan menerima beberapa kolega atau kerabat yang akan melayat ke kediamannya.

"Tentu jika ada ada tamu datang, tidak mungkin ya tidak diterima karena mungkin saja belum sempat karena masih di luar kota, semua tidak memungkinkan dan sekarang kami semua ada di sini. Karena kemarin ada di Singapura jadi belom sempat," pungkasnya.

Sebelumnya, kedua putera Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), tampak khusyuk dalam lantunan ayat-ayat suci yang dibacakan pada tahlilan wafatnya ibunda mereka, Ani Yudhyono, di Puri Cikeas, Bogor, Senin (3/6/2019).

Dilansir dari Tribunnews.com, AHY dan Ibas, sapaan karib Edhie Baskoro, menengadahkan tangan, simbol berdoa ketika nama Ani Yudhyono disebutkan dalam doa.

SBY yang duduk di samping AHY, tampak tegar dan khusyuk mengucap amin.

Kedua tangannya juga menengadah.

Dalam tahlilan tersebut, hadir pula eks Wapres RI Boediono dan Hatta Rajasa selaku perwakilan keluarga besan dari SBY.

Jemaah yang hadir di tahlilan tersebut tak hanya para tokoh dan pejabat, tetapi juga ada dari masyarakat sekitar dan rombongan majelis taklim.

Sosok Cerdas, Rasional, Humanis dan Tangguh

Mantan Menteri Kordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa hadir dalam upacara pemakaman Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Minggu, (2/6/2019).

Hatta Rajasa menceritakan sosok besannya itu. Menurutnya, Ani Yudhoyono sosok yang sangat cerdas dan rasional.

"Namun beliau juga sangat humanis dan tegas," kata Hatta Rajasa.

Hatta menceritakan kenangan terkahirnya bersama Ani Yudhoyono.

Pada 2 Februari lalu, Hatta mengantar Ani Yudhoyono berobat ke Singapura. Dalam pesawat tersebut Ani Yudhoyono mengatakan akan pulang bersama-sama lagi.

"Ibu Ani bilang Insya Allah kita akan pulang bareng-bareng lagi. Saya memang sudah pulang lagi sama Ibu, tapi Ibu pulang naik pesawat hercules dan Ibu sudah tidak ada," pungkasnya.

Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) bercerita mengenai sosok ibunya, Ani Yudhoyono semasa hidup.

Menurut AHY semasa hidupnya, Ani Yudhoyono sangatlah tangguh dan menginspirasi.

‎"Sebagai perempuan yang lahir dari keluarga prajurit, istri prajurit dan ibu dari prajurit TNI, Ibu Ani dibentuk dan terbentuk menjadi perempuan yang tegar kata tersebut sangat konsisten hingga akhir hayatnya ," kata AHY.

Salah satu contohnya menurut AHY adalah ketika Ani Yudhoyono divonis mengidap kanker darah.

Ibunya tersebut menurut AHY mengatakan bahwa tidak akan menyerah.

‎"Tidak pernah menyalahkan siapapun, setiap treatment medis yang diberikan dokter beliau dicatat rapi dengan tulisan tangan sendiri, sama sekali tidak ada keluh kesah dari beliau," katanya.

Selain itu, Ani Yudhoyono menurut Agus selalu ingin memberikan yang terbaik untuk bangsa. Banyak gagasan yang ia berikan untuk kebaikan bangsa Indonesia.

‎"Program KIP, Indonesia sehat, Indonesia hijau, Indonesia peduli adalah sebagian saja dari implementasi gagasan beliau‎," katanya.

Ani Yudhoyono juga menurut Agus selalu menanamkan nilai kebaikan bagi anak-anaknya. Nila nilai tersebut yakni, berani menegakkan kebenaran dan keadilan. Menghadapi tantangan dengan tegar dan semangat pantang menyerah , serta selalu bersyukur.

Ani Yudhoyono dikabarkan sakit kanker darah dan dirawat di Singapura, AHY beri motivasi untuk kesembuhan ibundanya
Ani Yudhoyono saat masih menjalani perawatan sakit kanker darah di National University Hospital Singapura. (INSTAGRAM/@annisayudhoyono)

Kisah Cinta SBY dan Ani Yudhoyono, Sempat LDR dan Beda Status hingga Kecupan Perpisahan

Saat Mengeringkan Air Mata Ani Yudhoyono, Air Mata SBY Justru Jatuh di Kening Istri, Ini Doa SBY

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan rakyat Indonesia pasti begitu merasa kehilangan atas meninggalnya Ani Yudhoyono.

Sebab ia percaya, seluruh perlakuan dalam perjalanan hidup mendiang, membawa manfaat bagi sekitarnya.

"Kita percaya ibu Ani, seluruh hidupnya itu bermanfaat bagi semua. Insya Allah khusnul khatimah. Dimuliakan di sisi Allah," kata Anies Baswedan di rumah duka, Minggu (2/6/2019).

Menurutnya, Ani Yudhoyono adalah sosok yang mudah bergaul dengan siapa saja. Tanpa memandang latar belakang mereka. Baik itu suku, ras, etnis, agama dan lainnya.

Ani Yudhoyono merupakan wanita tangguh yang senang berbicara dengan banyak orang tanpa dibatasi pembawaan lahiriah mereka.

Anies Baswedan menilai sosok Ani Yudhoyono tumbuh di dalam keluarga pejuang. Seperti yang tampak pada rekam jejak sang ayah, Letnan Jenderal TNI (purn) Sarwo Edhie Wibowo menumpas segala sepak terjang PKI di Indonesia.

"Tumbuh besar dari keluarga pejuang. Ayahnya, Pak Sarwo Edhie Wibowo kita semua kenal sebagai salah satu tokoh dalam pemberantasan PKI di Indonesia," jelas Anies Baswedan.

Ani Yudhoyono, bersama SBY telah menerapkan status keluarga pejuang itu.

Mereka berdua mengarungi langkah di pemerintahan negeri ini dengan pengaruh-pengaruh baik yang bisa dirasakan hingga kini.

"Dan perjalanan hidup beliau adalah perjalanan hidup bersama pak SBY, dimana keduanya mengabdi untuk bangsa dan negara," katanya.

Mantan Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Yenny Wahid mengaku banyak kenangan terhadap sosok Ani Yudhoyono.

Yenny Wahid mengatakan Ani Yudhoyono merupakan sosok perempuan yang mempunyai komitmen tinggi terhadap persoalan ibu dan anak.

"Salah satu yang berkesan itu ketika beliau diminta jadi Unicef untuk memperjuangkan soal perlunya ada ruang menyusui untuk ibu-ibu yang ingin memberi ASI eksklusif ya, di ruang publik," ujar Yenny Wahid.

Menurut putri presiden ke-3 RI Abdurrahman Wahid itu, komitmen yang tinggi tersebut telah berhasil membuat ruang menyusui menjadi kebijakan resmi pemerintah.

Selain itu menurutnya, banyak perjuangan Ani Yudhoyono yang bisa terus dilanjutkan sekarang ini.

Salah satunya yakni kecintaan terhadap lingkungan hidup, dengan membudayakan menanam pohon.

"Di luar itu yang menginspirasi yakni bagaimana kesetiaan beliau ke suami. Bagaimana pengabdian beliau, perlindungan beliau ke anak-anaknya, kasih sayang beliau kepada keluarganya, itu semua bisa kita contoh," katanya.

Belum lagi ketegaran Ani Yudhoyono dalam menghadapi permasalahan atau ujian hidup.

Yenny Wahid mengaku sangat mengetahui bagaimana Ani Yudhoyono begitu tegar dalam menghadapi penyakit yang dideritanya.

"Kebetulan kami juga ke Singapura. Kita juga beberapa kali menguatkan beliau ke sana. Ketika beliau sakit, memberikan semangat untuk berjuang mengatasi penyakitnya," ucapnya.

Doa Jokowi untuk Ani Yudhoyono

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mendoakan almarhumah Ani Yudhoyono, agar diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Doa itu disampaikan Jokowi saat menjadi inspektur upcara pemakaman Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (2/6/2019).

"Beliau meninggalkan kita semua pada bulan Ramadan, bukan yang sangat baik, bulan yang diturunkan Alquran. Beliau meninggalkan kita pada malam Lailatul Qadar. Semoga Khusnul khotimah," ucap Jokowi.

Jokowi juga menyebut, dirinya beserta masyarakat yang hadir di tempat pemakaman sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa-jasa Ani Yidhoyono semasa hidup.

"Kita hadir di sini untuk memeberikan penghormatan terakhir kepada beliau sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdian untuk bangsa dan negara semasa hidupnya," ungkap Jokowi.

Selain itu, menurut Jokowi, Ani Yudhoyono adalah sosok istri yang sangat setia dalam menemani sang suami dalam menjalani tugas negara.

"Almarhumah adalah istri yang sangat setia menemani SBY dalam membangun bangsa dan negara," pungkas Jokowi.

Sebagai informasi, Ani Yudhoyono wafat pada Sabtu (1/6/2019) pukul 11.50 di National University Hospital Singapura.

Ani wafat setelah menjalani perawatan intensif di Ruang ICU sejak Rabu (29/5/2019) lalu karena sakit kanker darah. (*)

Subscribe official YouTube Channel Tribun Kaltim

Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 4 Juni 2019, Gemini Bersenang, Leo Bersantai, Taurus Mesti Waspada!

Download Lagu MP3 Bertema Lebaran 2019, Sabyan Gambus Berjudul Idul Fitri, Nih Cara Download Lagu Ya

BREAKING NEWS - Hujan Baru Satu Jam, Kawasan Jalan Wonorejo Balikpapan Tergenang Air

Pengganti Ivan Kolev Dikabarkan Sudah Berada di Jakarta, Inikah Sosok Pelatih Baru Persija Jakarta?

Keluarga Bantah Penggerebekan Ifan Seventeen yang Videonya Jadi Viral, Penjelasan Soal Citra Monica 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ani Yudhoyono Wafat Menjadi Lebaran Terberat bagi Partai Demokrat, http://www.tribunnews.com/nasional/2019/06/05/ani-yudhoyono-wafat-menjadi-lebaran-terberat-bagi-partai-demokrat?page=all.

Editor: ade mayasanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved