Gubernur Kaltim: Presiden Tanggapi Positif Surat soal Pembatasan Produksi Batu Bara

Diketahui, Kaltim hanya dijatah maksimal memproduksi 32 juta metrik ton per tahun oleh pusat.

Gubernur Kaltim: Presiden Tanggapi Positif Surat soal Pembatasan Produksi Batu Bara
TRIBUN KALTIM / NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Gubernur Kaltim, Isran Noor bercanda dengan wartawan saat Open House Hari Raya Idul Fitri di kediaman pribadinya,di Jalan Adipura 21 Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (5/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo merespons positif surat yang dilayangkan Gubernur Kaltim Maret 2019 lalu, terkait pembatasan izin usaha pertambangan (IUP) di Kaltim oleh Kementerian ESDM.

Hal itu diungkapkan Isran Noor kepada Tribunkaltim.co di sela open house lebaran, Rabu (5/6/2019).

"Sudah (ditanggapi presiden). Positif tanggapannya. Itu saja, bagus," katanya.

Diketahui, Kaltim hanya dijatah maksimal memproduksi 32 juta metrik ton per tahun oleh pusat.

Hal ini lantaran ijin usaha pertambangan (IUP) yang beroperasi di Kaltim tak mampu memenuhi 25 persen kuota Domestic Market Obligation (DMO) yang ditetapkan.

"Insyaa Allah, gak masalah," ujarnya.

Dalam isi suratnya, Isran meminta agar Presiden mempertimbangkan untuk tidak membatasi produksi batu bara jenis IUP di Kaltim.

Sebab, menurutnya jika dibatasi maka bakal memengaruhi pertumbuhan ekonomi Kaltim.

Dalam beberapa kesempatan, ia menganggap kebijakan pembatasan tersebut tidak memperhitungkan dampak luas terhadap ekonomi makro dan mikro di daerah. 

 

 

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved