Pertambangan

Surat Gubernur Kaltim Isran Noor ke Jokowi Soal Batu Bara Ditanggapi, Begini Jawaban Presiden RI

Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan Presiden Jokowi, merespons surat yang dilayangkan Gubernur Kaltim Isran Noor pada Maret 2019 lalu soal batu bara

Surat Gubernur Kaltim Isran Noor ke Jokowi Soal Batu Bara Ditanggapi, Begini Jawaban Presiden RI
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D
Eks lokalisasi Bayur, Jalan Padat Karya, RT 15, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara berubah jadi tambang batu bara diduga illegal, Jumat (22/2/2019). 

Asal tahu saja, produksi batu bara Kaltim pada tahun 2018 mencapai 69,64 juta ton.

Namun, realisasi DMO batu bara Kaltim hanya 8,32 juta ton. Padahal, kewajiban pasok DMO yang disyaratkan pemerintah adalah 25% dari produksi.

Karenanya, IUP di Kaltim pun terkena sanksi, di mana kuota produksi batu bara yang diberikan hanya sebesar 33,28 juta ton.

Gubernur Kaltim Isran Noor: Saya Bukan Memprotes Hanya Meminta Pertimbangan 

Gubernur Kaltim Isran Noor mengaku telah melayangkan surat yang ditujukan langsung kepada Presiden RI, Jokowi yang isinya meminta Presiden mempertimbangkan aturan sanksi tersebut.

Surat tersebut dikirimkan ke Presiden, Selasa (26/3/2019) kemarin.

"Saya sudah berkirim surat langsung ke Presiden dengan tembusan ke Menteri ESDM. Saya bukan memprotes hanya meminta pertimbangan. Meminta Presiden mempertimbangkan untuk tidak membatasi produksi batu bara IUP.

Batu bara masih menjadi komoditas andalan ekspor Kaltim
Batu bara masih menjadi komoditas andalan ekspor Kaltim (TRIBUN KALTIM / NEVRIANTO HARDI PRASETYO)

Kalau dibatasi yang pengaruh sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi Kaltim," ungkap Isran kepada awak media di kantor Gubernur Kaltim Jl Gajah Mada Samarinda Kalimantan Timur, Rabu (27/3/2019).

Gubernur Kaltim Isran Noor menilai kebijakan pembatasan produksi batu bara tidak memperhitungkan dampak luasnya terhadap makro dan mikro ekonomi.

Sanksi dari ESDM, produksi di 2019 hanya boleh 4 kali dari DMO, atau 8 juta metrik ton dikali 4, yang nilainya sekitar 32 juta metrik ton.

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved