Ibadah

Adakah Perbedaan Antara Qiyamullail dengan Shalat Tahajjud? Ini Pandangan Ulama

Setelah Ramadhan 1440 berlalu, muncul harapan bagi banyak kalangan untuk melanjutkan berbagai kebiasaan baik selama Ramadhan.

Adakah Perbedaan Antara Qiyamullail dengan Shalat Tahajjud? Ini Pandangan Ulama
ummi-online.com
Ilustrasi Shalat. Setelah Ramadhan 1440 berlalu, muncul harapan bagi banyak kalangan untuk melanjutkan berbagai kebiasaan baik selama Ramadhan 2019. 

TRIBUNKALTIM.CO - Setelah Ramadhan 1440 berlalu, muncul harapan bagi banyak kalangan untuk melanjutkan berbagai kebiasaan baik selama Ramadhan.

Satu di antaranya shalat malam.

Namun banyak kalangan yang belum memahami apakah ada perbedaan antara qiyamullail (shalat malam) dengan shalat tahajjud.

Berikut penjelasan terkait hal tersebut yang dikutip Tribunkaltim.co dari Islam Online.

Penulis memaparkan bahwa Qiyamullail maksudnya adalah melalui malam atau sebagian darinya walau sesaat dengan shalat, tilawah Al-Quran, berzikir kepada Allah dan ibadah-ibadah semacamnya. Tidak disyaratkan baginya mengisi sebagian besar waktunya.

 Tercatat dalam kitab ‘Maraqi Al-Falah’: Makna qiyamullail adalah menyibukkan diri pada sebagian besar malamnya untuk beribadah. Ada yang mengatakan, sesaat darinya, baik dengan membaca Al-Quran, atau mendengar hadits, atau bertasbih, atau shalawat kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam.” (Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiah, 34/117)

Sedangkan tahajjud adalah shalat malam secara khusus, sebagian ulama mengkhususkannya bahwa dia adalah shalat malam yang dilakukan setelah tidur.

Al-Hajjaj bin Amr Al-Anshar ra berkata, “Jika seseorang bangun malam lalu shalat hingga Shubuh, maka dia dianggap melakukan tahajjud. Karena tahajjud adalah seseorang melakukan shalat setelah tidur, demikianlah shalat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.”

Al-Hafiz Ibnu Hajar berkata dalam At-Talkhish Al-Habir, 2/35, “Sanadnya hasan, padanya terdapat Abu Saleh, juru tulis Laits, dia (ada) kelemahannya (lembek /layyin). Riwayat Thabrani dan dalam sanadnya terdapat Ibnu Lahi’ah, riwayatnya bertententangan dengan riwayat-riwayat sebelumnya.”

Dengan demikian jelaslah, bahwa qiyamullail maknanya lebih umum dan lebih menyeluruh dari tahajjud, karena dia mencakup shalat dan lainnya, termasuk juga shalat sebelum tidur dan sesudahnya.

Halaman
12
Penulis: Kholish Chered
Editor: Budi Susilo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved