Guru Besar UI: Pemerintah Harus Ekstra Hati-hati Buka Jalur Domestik kepada Maskapai Asing

Pemerintah diminta ekstra hati-hati dalam membuka jalur domestik kepada Maskapai Asing.

Guru Besar UI: Pemerintah Harus Ekstra Hati-hati Buka Jalur Domestik kepada Maskapai Asing
TribunKaltim.CO/Zainul
ILUSTRASI - Suasana Bandara SAMS Balikpapan keberangkatan internasional. Pemerintah diminta ekstra hati-hati dalam membuka jalur domestik kepada Maskapai Asing. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah diminta ekstra hati-hati dalam membuka jalur domestik kepada Maskapai Asing.

Demikian disampaikan Guru Besar Hukum Internasional dan Hukum Udara Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana kepada Tribunnews.com, Kamis (6/6/2019).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewacanakan untuk mengundang maskapai asing masuk melayani jalur-jalur domestik Indonesia guna menekan mahalnya agar tiket pesawat turun drastis.

Menurut dia, yang perlu dipertimbangkan pertama, dalam hukum udara dikenal asas cabotage yaitu untuk jalur-jalur dalam negeri hanya dapat secara eksklusif dilayani oleh maskapai dalam negeri.

Bahkan secara universal ada larangan maskapai asing melayani rute domestik suatu negara.

Pengecualiannya adalah apabila tidak ada kesanggupan dari maskapai lokal untuk melayani jalur-jalur tersebut.

Kedua, adalah kurang tepat apabila masalah harga tiket yang membumbung diselesaikan dengan membolehkan maskapai asing untuk melayani rute dalam negeri.

Dalam jangka panjang hal ini dapat berakibat pada matinya maskapai lokal untuk melayani jalur-jalur domestik yang secara hukum internasional mendapat perlindungan.

Ketiga, penyesalan akan muncul di kemudian hari apabila maskapai asing sudah masuk menjalani rute dalam negeri dan kemudian akan dilarang.

Pemerintah akan sulit untuk membendung peran maskapai asing dengan peraturan perundang-undangan sekali pasar telah dibuka.

Halaman
1234
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved