Harga Tiket Pesawat

Rencana Maskapai Asing Beroperasi di Indonesia, Kadin Nilai Sangat Membantu Begini Alasan Logisnya

Kadin mengatakan Maskapai Asing masuk ke Indonesia itu bagus, ada kompetisi justru akan mendorong efisiensi di tubuh tiap maskapai penerbangan.

Rencana Maskapai Asing Beroperasi di Indonesia, Kadin Nilai Sangat Membantu Begini Alasan Logisnya
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO.
MUDIK DI BANDARA APT PRANOTO - Suasana bagian di depan pintu keberangkatan Terminal Bandara APT Pranoto Samarinda Kalimantan Timur,H-2 Mudik Lebaran, Senin(3/6/2019).Efisiensi waktu dan keberadaan Bandara APT Pranoto strategis bagi penumpang pesawat asal Bontang, Kutai Timur, Tenggarong sekitarnya melakukan perjalanan udara dan tercatat di Posko Angkutan Udara lebaran sebanyak 3656 penerbangan dalam sehari. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Rencana Presiden Joko Widodo atau Jokowi, mendatangkan maskapai asing disambut positif oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan lndustri (Kadin) Indonesia, Rosan P Roeslani. 

Rosan Kadin mengatakan maskapai penerbangan domestik tidak perlu khawatir akan rencana tersebut.

Pasalnya, kompetisi justru akan mendorong efisiensi di tubuh tiap maskapai penerbangan.

"Kalau kita di dunia usaha, kompetisi tidak harus ditakuti dan kita melihat bahwa dengan begini dengan adanya kompetisi semua akan menjadi efisien," ujar Rosan, di kediamannya, Jl Kemang Timur Raya No. 99A, Jakarta Selatan, Kamis (6/6/2019). 

"Saya rasa itu juga akan sangat membantu apabila adanya maskapai asing yang masuk ke Indonesia membuat persaingan, membuat kompetisi akan membuat semuanya menjadi lebih baik. Jadi di dunia usaha, kompetisi adalah sehat," imbuhnya. 

Menurutnya, tidak perlu banyak kekhawatiran maskapai dalam negeri akan tersingkir.

Apalagi pengusaha sarat dengan kompetisi, sehingga kompetisi adalah hal yang natural untuk menambah efisiensi maskapai. 

Ia mengatakan kompetisi akan menghadirkan perbaikan, baik dari sisi strategi bisnis hingga pelayanan maskapai itu sendiri agar tidak kalah bersaing. 

"Ya harus lebih baik, harus mengupdate lebih baik begitu, efisein, dan harus siap kalau ada yang masuk dan berkompetisi. Dan paling penting apa, ya semua itu level of playing field-nya harus sama, begitu saja," kata dia.

Lebih lanjut, ia juga menegaskan dua maskapai besar yakni Garuda Indonesia dan Lion Air mampu menjadi contoh.

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved