Lebaran 2019

Kisah Nakhoda Kapal Penumpang ke Hulu Kalimantan Timur, Sekarang Banyak Barang Ketimbang Bawa Orang

Kisah H Misran (56) mantan pedagang sembako di Kukar ini banting setir jadi nakhoda kapal penumpang Samarinda-Kubar.

Kisah Nakhoda Kapal Penumpang ke Hulu Kalimantan Timur, Sekarang Banyak Barang Ketimbang Bawa Orang
TribunKaltim.Co/Fachri Ramadhani
Eksistensi kapal penumpang Samarinda-Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Disini ada kisah H Misran (56) mantan pedagang sembako di Kukar ini banting setir jadi nakhoda kapal penumpang Samarinda-Kubar Provinsi Kalimantan Timur sejak 5 tahun yang lalu, kepada calon penumpangnya. 

"Barang sekarang lebih banyak yang diangkut, ketimbang penumpang. Musim-musiman. Musim mudik lebaran dan liburan baru ramai. Bisa angkut 150 kepala lalu libur, normalnya paling 40 kepala aja," bebernya.

Untuk barang karungan seperti beras dan gula, ditarif Rp 350 ribu per ton.

Sementara mie per kardus Rp3 ribu, sedangkan tabung gas Rp5 ribu per tabung. Bila terjadi masalah seperti kerusakan, ironisnya pihak kapal harus bersedia menggantinya.

"Basah berasnya misalnya, tanggung jawab. Kami ganti," tuturnya.

Belakangan diketahui, Kapal Motor (KM) Akbar Amanda yang dikemudikan Misran milik kakak kandungnya. Kemampuannya mengemudikan kapal sudah didapat dari kecil.

"Lulus SMA itu sudah bisa bawa kapal. Bapak dulu punya kapal, lihat-lihat saja orang tua, kakak, bawa kapal bagaimana. Langsung bisa coba-coba," kata bapak beranak 5 ini.

Butuh 6 drum BBM untuk perjalanan pulang pergi Samarinda-Melak. Sekitar 1,200 liter solar yang diperlukan. Perjalanan Samarinda menuju Melak menghabiskan waktu sehari-semalam. Bila berangkat 07.00 Wita, sampai di Melak sekitar 03.00 Wita esok harinya.

"Kalau Long Bagun itu baru 3 hari, berangkat hari ini (Jumat) sampainya Senin," tuturnya.

Misran memiliki 3 anak buah kapal (ABK) yang membantu dirinya berlayar menyusuri sungai mahakam menuju hulu. Tugas mereka selain membantu pelayaran juga dalam hal memasukkan barang-barang kiriman ke dalam lambung kapal.

Tampak mereka membuka papan demi papan yang jadi alas di bagian bawah kapal. Kemudian memasukkan barang-barang kebutuhan pokok yang rencananya dikirim ke hulu.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved