Banjir Melanda Kecamatan Babulu, Warga Rugi Ratusan Ton Hasil Tani dan Kebun

"Lahan pertanian dan perkebunan warga juga terendam, kurang lebih 1500 Ha sawah dengan kerugian sekitar 60 ton padi,

Banjir Melanda Kecamatan Babulu, Warga Rugi Ratusan Ton Hasil Tani dan Kebun
Ho/Humas Pusdalops BPBD PPU
BPBD PPU dan Tim Gabungan melakukan evakuasi pada banjir yang merendam Kecamatan Babulu, Sabtu (8/6/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO,  PENAJAM - Banjir melanda Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Intensitas hujan yang tinggi dan lama memang kerap merendam berbagai kawasan Benuo Taka.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU melalui Kasubid Logistik dan Peralatan Hj Nurlaila menjelaskan, kondisi Kecamatan Babulu yang luput dari pemberitaan juga terendam sejak tanggal 4 Juni 2019 kemarin.

Petugas evakuasi korban banjir Babulu
Petugas evakuasi korban banjir Babulu (Ho/Humas Pusdalops BPBD PPU)

"Sempat surut dan tetap kami pantau dari tanggal 5, 6 dan 7 Juni 2019," jelas Kasubid Logistik dan Peralatan Hj Nurlaila, Sabtu (8/6/2019).

Namun sejak malam kemarin, Jumat (7/6/2019), hujan kembali turun dengan intensitas di atas rata-rata hingga mengakibatkan Kecamatan Babulu terendam banjir terutama di Desa Gunung Intan, Sumber Sari, Sebakung Jaya dan Babulu Darat pada pukul 02.00 waktu setempat. Penyebab lain karena terdapat banyak rumput pada permukaan saluran primer di Desa Gunung Intan dan Desa Sebakung Jaya.

Evakuasi korban banjir Babulu
Evakuasi korban banjir Babulu (Ho/Humas Pusdalops BPBD PPU)

Data BPBD PPU, khusus di Desa Gunung Intan warga yang terdampak dan kerugian dari banjir setinggi lutut orang dewasa ini adalah 135 Kepala Keluarga (KK) atau 400 Jiwa masing-masing pada RT 15, 16, 17, 18 dan 19.

Jembatan penghubung dari jalan utama ke rumah warga yang terpisah oleh kanal irigasi selebar 15 meter berjumlah 18 jembatan, masing-masing 7 jembatan di RT 17, 9 jembatan di RT 18 dan 2 jembatan di RT 19.

Petugas gabungan evakuasi korban banjir Babulu
Petugas gabungan evakuasi korban banjir Babulu (Ho/Humas Pusdalops BPBD PPU)

"Lahan pertanian dan perkebunan warga juga terendam, ± 1500 Ha sawah dengan kerugian ± 60 ton padi, tanaman holtikultura seperti kebun lombok seluas ± 5 Ha rugi 60 ton, kebun jagung seluas ± 30 Ha rugi 90 ton dan kebun tanaman ubi rambat seluas ± 20 Ha rugi 320 ton," papar Kasubid Logistik dan Peralatan Hj Nurlaila

Upaya evakuasi korban banjir di Kecamatan Babulu
Upaya evakuasi korban banjir di Kecamatan Babulu (Ho/Humas Pusdalops BPBD PPU)

Hingga berita ini diturunkan, BPBD PPU masih melakukan pendataan pada desa-desa yang terendam.

"Kami masih menunggu penambahan data dari Desa Sumber Sari, Babulu Darat dan Sebakung Jaya" imbuh Kasubid Logistik dan Peralatan Hj Nurlaila.

Upaya evakuasi korban banjir di Babulu
Upaya evakuasi korban banjir di Babulu (Ho/Humas Pusdalops BPBD PPU)

Kasubid Logistik dan Peralatan Hj Nurlaila, saat menerima laporan pada pukul 06.30, langsung melakukan upaya penanganan bersama tim gabungan. Satgas BPBD melakukan persiapan anggota, perlengkapan dan peralatan kemudian anggota Satgas terbagi di beberapa titik yang terendam banjir.

Petugas gabungan evakuasi warga korban banjir di Babulu
Petugas gabungan evakuasi warga korban banjir di Babulu (Ho/Humas Pusdalops BPBD PPU)
Halaman
12
Penulis: Heriani AM
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved