Kisah Warga Korban Banjir Samarinda - Minim Bantuan, Makan Kue Lebaran, hingga Enggan Pindah

Selain pertimbangan keamanan, juga karena tidak adanya sanak keluarga maupun kerabat yang dapat ditinggali sementara rumahnya.

Kisah Warga Korban Banjir Samarinda - Minim Bantuan, Makan Kue Lebaran, hingga Enggan Pindah
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER DESMAWANGGA
Warga di Jalan Terong Pipit 7, Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara mengaku baru Sabtu (8/6/2019) sore ini mendapatkan bantuan berupa nasi bungkus. Warga korban banjir sangat membutuhkan bantuan, terutama makanan siap santap, air minum, air bersih, dan pakaian kering bersih. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Warga korban banjir di kawasan Bengkuring, Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara masih banyak yang memilih bertahan di rumahnya.

Hal itu bukan tanpa alasan.

Selain pertimbangan keamanan, juga karena tidak adanya sanak keluarga maupun kerabat yang dapat ditinggali sementara rumahnya.

Bahkan, bantuan juga minim didapatkan oleh warga korban banjir.

Namun demikian, dihari keempat banjir, sejumlah bantuan baru mulai tersalurkan hingga ke rumah-rumah warga.

"Baru sore ini ada bantuan datang. Tadi siang saya lihat ada nasi bungkus, tapi tidak sampai ke dalam hanya di depan saja," ucap Suprianto (43), warga Jalan Terong Pipit 7, Sabtu (8/6/2019).

"Pokoknya, baru sore ini kami di sini dapat bantuan. Alhamdulillaah dapat nasi bungkus," sambungnya.

Bantuan memang sangat diharapkan oleh warga korban banjir.

Selain makanan siap santap, diperlukan juga air minum.

Halaman
1234
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved