Banjir di Samarinda

Banjir Samarinda jadi Perhatian Pemerintah Pusat, Besok BNPB Turunkan Tim

Banjir yang berdampak pada 20 ribu warga Kota Samarinda rupanya menjadi perhatian pemerintah pusat.

Banjir Samarinda jadi Perhatian Pemerintah Pusat, Besok BNPB Turunkan Tim - drone-banjir-samarinda-5.jpg
TRIBUNKALTIM.CO/FACHMI RACHMAN
Pemandangan banjir dari ketinggian yang terjadi di kawasan Jalan Ahmad Yani, Samarinda, Senin (10/6/2019). Hingga Senin siang air makin meninggi seiring meningkatnya pasang di Sungai Mahakam.
Banjir Samarinda jadi Perhatian Pemerintah Pusat, Besok BNPB Turunkan Tim - rapat-tanggap-darurat-pemko-samarinda.jpg
TRIBUN KALTIM/ Nalendro Priambodo
Komandan Kodim 0901/Samarinda, Letkol Inf M. Bahrodin (kiri) bersama Sekertaris Kota Samarinda, Sugeng Chairuddin saat rapat tanggap darurat banjir Samarinda di Kantor Bappeda, Senin (10/6/2019)

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Banjir yang berdampak pada 20 ribu warga Kota Samarinda rupanya menjadi perhatian pemerintah pusat.

Senin, (10/6/2019) Komandan Kodim 0901/Samarinda, Letkol Inf M Bahrodin ditelepon khusus liaison officer Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Kol Blasius yang menanyakan kondisi terbaru di Samarinda.

Diutarakan Dandim Bahrodin, BNPB menanyakan data permintaan kebutuhan perlengkapan dan logisitik yang diperlukan tim tanggap bencana dan warga korban banjir.

“Yang paling kita butuhkan, perangkat keras seperti perahu karet, makanan cepat saji dan obat-obatan,” kata Dandim menirukan obrolannya dengan Blasius.

Suasana kawasan Simpang Lembuswana, Samarinda, yang dipenuhi banjir, Senin (10/6/2019). Banjir menutup akses jalan sehingga kendaraan roda dua dan mobil non double gardan tidak bisa melintas di kawasan yang merupakan penghubung ke beberapa wilayah di Kota Samarinda.
Suasana kawasan Simpang Lembuswana, Samarinda, yang dipenuhi banjir, Senin (10/6/2019). Banjir menutup akses jalan sehingga kendaraan roda dua dan mobil non double gardan tidak bisa melintas di kawasan yang merupakan penghubung ke beberapa wilayah di Kota Samarinda. (TRIBUNKALTIM.CO/FACHMI RACHMAN)

Direncakanan, Blasius akan ke Samarinda, esok, Selasa (11/6/2019).

Selain mengecek kerja-kerja tim tanggap darurat bekerja, tim dari pusat itu, sekalian memverifikasi sejauh mana dampak banjir agar bantuan dari pusat segera diturunkan.

“Beliau (Blasius) datang dulu besok, cek, lapor, dengan pertimbangan, baru barang-barang itu dikirim ke sini, segera,” kata Dandim.

Diketahui, Pemkot menyiapkan dana tanggap darurat sebesar Rp 3 miliar untuk penyediaan logistik makan, obat-obatan dan peralatan mandi cuci kakus bagi warga.

Pemkot Samarinda dan Kodim 0901/Samarinda juga siapkan dapur umum/halaman memproduksi makanan bungkus bagi korban banjir di Kota Tepian.

Kedua dapur ini, bisa memproduksi lebih dari 20 ribu bungkus makanan per harinya.

Ini sebagai upaya membantu logistik warga yang terjebak banjir.

Dapur umum yang dikelola Pemkot Samarinda berlolasi di samping Kantor Dinas Sosial Kota Samarinda, Jalan Dahlia.

Dapur ini, mulai dioperasikan malam ini. Warga yang ingin membantu saudaranya terkena banjir bisa menyerahkan bantuan bahan makanan mentah dan cepat saji ke lokasi ini untuk diolah dan didistribusikan ke warga.

Sampai Senin (10/6/2019) korban terdampak banjir Samarinda mencapai lebih dari 20 ribu jiwa.

Sementara, dapur halaman yang dikoordinir Kodim 0901/Samarinda mulai disiapkan di markas Pembekalan Angkutan TNI AD (Bekang) VI, Samarinda di jalan Awang Long Samarinda.

Halaman
123
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved