Dinas ESDM Kaltara Masukkan Listrik untuk Tambak, Segini Kebutuhannya

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Utara mengklaim, telah memasukkan kebutuhan listrik untuk kawasan budidaya tambak

Editor: Samir Paturusi
Humas Pemprov Kalimantan Utara
Kepala Dinas ESDM Provinsi Kaltara Ferdy Manurun Tanduklangi didampingi Manajer PT PLN (Persero) ULP Tanjung Selor Adiyoso, saat menjadi narasumber Respons Kaltara, Selasa (26/3/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG SELOR - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Utara mengklaim,  telah memasukkan kebutuhan listrik untuk kawasan budidaya tambak dalam Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Kalimantan Utara.

Diasumsikan kebutuhan listrik untuk kawasan tambak mencapai mencapai 100 Kilo Watt (KW) per hektare. Kebutuhan listrik Kalimantan Utara pada tahun 2037 kata, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Utara Ferdy Manurun Tanduklangi mencapai 10.300 Mega Watt (MW).

"Untuk areal tambak seluas 160 ribu hektare, kita sudah mengantisipasinya. Buktinya dalam perencanaan RUED itu sudah kami masukkan," ujar Ferdy kepada Tribunkaltim.co, Senin (10/6/2019) di Lapangan Agatis, Tanjung Selor, Bulungan.

Yang harus menjadi perhatian lanjutnya, ialah pemenuhan jaringan listrik agar bisa mencapai titik-titik tambak terjauh.

"Itu harus dari Dinas Perikanan yang merencanakan agar bisa disalurkan. Kemudian nanti kami juga akan usulkan kepada PT PLN Persero," ujarnya.

Kebutuhan listrik sekitar 160 ribu hektare areal budidaya tambak rata-rata setiap tahunnya sebanyak 13.054 GWH. 

Selain tambak, rencana produksi listrik Kalimantan Utara pada tahun 2037 sebesar 10.300 MW disalurkan untuk peruntukan rumah tangga, Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning.

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) berkapasitas 2x7,5 Mega Watt (MW) memasuki tahap-tahap akhir.
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) berkapasitas 2x7,5 Mega Watt (MW) memasuki tahap-tahap akhir. (TribunKaltim.Co/Muhammad Arfan)

Khusus KIPI Tanah Kuning diasumsikan akan menyerap 1.500 MW pada tahun 2023 dengan rata-rata kebutuhan listrik per tahunnya mencapai 13.140 GWH. 

Tahun 2037 kebutuhannya tumbuh lagi sampai 1.840 MW. Rata-rata per tahunnya 16.118 GWH, lalu kebutuhan per hektare 0,2 MW. 

Infrastruktur lainnya adalah Kota Baru Mandiri Tanjung Selor. Kebutuhannya mencapai 99,81 MW pada tahun 2023. Lalu pusat pemerintahan di Tanjung Selor membutuhkan 18,22 MW.

Kemudian Sebatik yang dicanangkan menjadi kota otonom proyeksi kebutuhan listriknya mencapai 5,1 MW tahun 2023.

Kebutuhan listrik sebanyak 10.300 tersebut sebagian besar akan bertumpu pada PLTA Besahan Sungai Kayan (Bulungan) yang bakal berkapasitas 9.000 MW.

Selebihnya akan dihasilkan dari rencana pembangunan PLTA Sembakung Kabupaten Nunukan berkapasitas 250 MW.

Kemudian PLTA di Sungai Mentarang Kabupaten Malinau berkapasitas 7.600 MW, dan 300 MW, PLTA Sungai Malinau berkapasitas 1.000 MW.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved