Sering Banjir di Belakang Novotel, Rahmad Mas'ud: Bulan Ini Akan Diperbaiki
Rahmad mengaku telah mengimbau seluruh jajarannya mulai lurah hingga camat di daerah masing-masing, khususnya yang berada di kawasan hutan Balikpapan
Penulis: Aris Joni | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN - Banjir yang saat ini melanda sejumlah daerah di Kalimantan Timur (Kaltim), membuat pemerintah Kota Balikpapan serius menangani masalah banjir di kota minyak tersebut.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Walikota Balikpapan, Rahmad Mas'ud kepada awak media, Senin (10/6/2019).
Rahmad mengaku telah mengimbau seluruh jajarannya mulai lurah hingga camat di daerah masing-masing, khususnya yang berada di kawasan hutan Balikpapan untuk dapat memperketat lagi penempatan dan pemberian izin kegiatan.
"Itu yang kita fokuskan tadi pada pembahasan di coffee morning," ujarnya.
Selain itu ucap dia, pihaknya juga tengah fokus melakukan penanganan banjir dengan mempersiapkan biaya penanganan dan akan dieksekusi oleh UPT.
"Seperti di belakang Novotel itu kita akan segera kerjakan dalam bulan ini," tegasnya.
Dirinya juga meminta kepada pihak perumahan untuk memanfaatkan bendungan pengendali (bendali) yang ada ditiap perumahan agar segera memperbaiki bendali yang rusak atau kurang berfungsi.
"Kita akan minta ke pihak perumahan untuk memperbaiki bendalinya," pungkasnya. (*)
Banjir di Balikpapan Dikeluhkan Warga di Medsos
Keluhan seputar banjir di Balikpapan, Provinsi Kaltim kembali disuarakan melalui media sosial facebook, Senin (3/6/2019).
Kali ini, keluhan seputar banjir Balikpapan disampaikan akun facebook bernama Zul Andrean lengkap dengan foto situasi terkini di kediamannya.
Dalam unggahannya, Zul Andrean juga menyebut nama Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Ma'ud dan seorang lainnya bersama Doris Eko Rian.
Akun Zul Andrean ini mengajak Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud dan seorang lainnya bernama Doris Eko Rian untuk sahur bersama di kediamannya yang sedang dilanda banjir, tepatnya di belakang sebuah hotel di Balikpapan.
Dalam foto yang diunggah, juga tampak hidangan untuk sahur sudah tersedia di atas meja yang dikelilingi air.
Pantauan TribunKaltim.co di foto yang diunggah Zul Andrean, kondisi banjir memang terlihat cukup parah.
Ketinggian air diperkirakan melebihi tinggi lutut orang dewasa.
Unggahan Zul Andrean ini juga langsung mendapat respons dari warganet lainnya.
Banjir di Kota Balikpapan beberapa kali makan korban.
Seorang pemuda bernama Joni Falar (17), pelajar SMK Setia Budi Balikpapan, dikabarkan terseret arus banjir, Kamis (21/6/2018) dini hari sekitar pukul 04.18 Wita di simpang tiga Gunung Malang, Balikapapan Tengah.
Kejadian bermula saat korban yang dibonceng kawannya dengan sepeda motor matik, hendak pulang ke Perum Ramayana, km 3,5, Balikpapan Utara.
Keduanya bermaksud melewati kawasan tersebut yang kebetulan sedang dilanda banjir setinggi 20-30 cm.
Sebagai informasi, kawasan itu dikenal sebagai salah satu daerah langganan banjir di Balikapapan.
"Pada saat melintas, pengemudi melihat teman korban yang dibonceng sudah terjatuh dan terbawa arus ke arah selokan yang berada di sisi jalan. Sempat rekan korban menolong namun karena arus deras, korban terbawa arus dan masuk ke saluran pembuangan di lokasi kejadian pencarian," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan (Kaltimra) Gusti Anwar Mulyadi, melalui Kepala Seksi Operasi dan Siaga Octavianto, Kamis (21/6/2018).
Setelah 14 menit setelah mendapat info, timnya dibantu SAR gabungan langsung menuju lokasi pencarian.
Sejumlah peralatan dikerahkan diantara mobil penyelamat, alat selam, dan perlengkapan SAR air lainnya.
Info yang dihimpun dari tim kantor pencarian dan pertolongan kelas A Balikpapan, pencarian difokuskan lokasi awal korban terakhir kali terlihat hingga jembatan Maryati, atau dari arah lapangan Puskib hingga pasar baru, karena arus masih deras.
Dan, tak menutup kemungkinan akan diturunkan perahu karet menyusur areal laut, sebagai muara saluran air tersebut.
Hingga kini, korban yang beralamat di Perum Ramayana ini masih dinyatakan hilang.
Sebagai info, banjir di Balikpapan sempat memakan korban.
Rabu (21/2/2018) lalu, seorang bocah Sekolah Dasar bernama Iqbal ditemukan tenggelam di saluran parit dekat lapangan Puskib Balikapapan, karena terseret arus banjir, akibat terpeleset dari atas jembatan. (*)
Bukan sebatas drainase dan sungai
Pangkal persoalan banjir bukan sebatas dari persoalan di drainase atau kapasitas muatan sungai, namun juga harus melihat dari sisi penyebab kebijakan dari pemerintah kota soal keberpihakan pembangunan yang berwawasan lingkungan hidup.
Hal itu ditegaskan oleh Hery Sunaryo, Koordinator Sentra Program Pemberdayaan dan Kemitraan Lingkungan Hidup (Stabil) Balikpapan, saat diwawancarai Tribunkaltim melalui sambungan telepon selulernya pada Kamis (31/5/2018) pagi.
Ia menjelaskan, penanganan banjir di tingkat hilir memang bisa dikatakan penting.
Membersihkan dan merevitalisasi drainase serta memperlebar sungai hal yang berguna juga bagi mengatasi persoalan banjir di Balikpapan.
“Ya pemerintah sudah bergerak, sempat ada beberapa drainase yang dibersihkan, lumpur diangkat, sedimentasi dibersihkan dari dasar drainase, tapi ini belum cukup,” tegas Hery.
Sebaiknya, kata dia, perlu juga diimbangi dengan penangan persoalan di tingkat hulu. Kebijakan pemerintah terhadap pembangunan berwawasan lingkungan hidup tidak ada ketegasan dan kejelasan.
Sebagai contoh, tambah Hery, marak perusahaan properti bebas membangun perumahan di lahan-lahan yang awalnya adalah vegetasi hijau.
Banyak perusahaan properti yang melakukan kegiatan usaha di tempat lahan baru yang awalnya adalah lahan penyerapan air hujan.
“Izin usahanya ada, tapi dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan analisis dampak lingkungan. Lahan dipakai semua untuk bangunan beton, sisa serapan air dan vegetasi hijau sama sekali tidak ada,” katanya.
Selain itu, ungkapnya, ada beberapa perumahan tidak ada yang bangun bendali.
Pelanggaran ini banyak ditemukan di lapangan.
Padahal bendali sendiri berfungsi untuk menampung air di perumahan tersebut supaya tidak banyak yang lari ke drainse perumahan lain.
“Bendali kan dibuat untuk supaya tidak banjir. Air sudah tertampung, tapi ini tidak,” katanya.
Tidak hanya itu, kawasan hutan kota pun sekarang sudah banyak yang tidak lagi perawan. Hutan kota yang ada di Balikpapan sudah ada yang dijajah untuk pembangunan gedung-gedung beton.
“Hutan kota seperti di daerah Telaga Sari dan Sepinggan yang dekat kawasan Dome itu sudah rusak. Dahulu masih banyak yang hijau tapi sekarang sudah berubah banyak bangunan-bangunan permanen,” tutur Hery.
Karena itu, tegasnya, pemerintah kota harus berani mengambil langkah melakukan audit lingkungan dengan acuan payung hukum Undang-undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Nomor 32 Tahun 2009.
“Audit lingkungan selama ini tidak berjalan. Padahal ini penting, untuk mengukur, menilai sejauh mana mereka melakukan pembangunan sesuai dengan peruntukannya. Supaya saat ada pelanggaran punya bukti kuat untuk bisa menindak,” katanya.
Selain itu tambahanya, pemerintah kota harus mampu berani mengawasi kejanggalan yang ada di lapangan.
Jangan sampai mandul, fungsi pengawasan wajib bertaring, berani bertindak saat ada pelanggaran terhadap lingkungan hidup.
Dan tidak lupa juga, pemerintah kota juga berani mengambil langkah upaya untuk memberi efek jera dan menuntut pertanggungjawaban para pelanggar lingkungan hidup untuk mau melakukan penggantian atau semacam rehabilitasi.
“Lahan hijau dibuat bangunan harus ada penggantian atas lahan yang sudah dibuka buat bangunan,” ujar Hery.
Sementara itu Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Balikpapan menyatakan prioritas anggaran direncanakan untuk penanganan banjir di Balikpapan seperti di daerah Gunung Malang.
Hal ini diungkapkan, Wakil Ketua Komisi III, H Haris, kepada Tribunkaltim, yang menjelaskan, pemerintah kota Balikpapan sedang berupaya menangani persoalan genangan air hujan yang membuat beberapa lokasi di Balikpapan banjir.
Satu caranya melakukan penempatan porsi keuangan di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang diperuntukan bagi penanganan problematika perkotaan seperti banjir.
Pemerintah berupaya terus mencari solusi, meramu agar Balikpapan tidak ada lagi banjir. Selama ini setiap hujan deras, banjir selalu menghantui Balikpapan, terutama di kawasan Balikpapan Kota dan Tengah.
“Yang sudah pasti itu ada perbaikan dan peningkatan drainase di sepanjang Jalan Sutoyo, juga Jalan Ahmad Yani daerah Gunung Malang,” ujarnya pada Kamis (31/5/2018) pagi.
Saban hujan deras, kawasan Gunung Malang ini selalu saja menderita digenangi air banjir. Karena itu, anggaran dikucurkan untuk mengatasi drainase supaya sistem pengairan berjalan bagus, banjir mampu diredam.
“Anggaran yang sudah dianggarkan kalau tidak salah itu sekitar Rp 8 miliar. Proyeknya sudah ditender. Bulan-bulan ke depan semestinya sudah bisa berjalan,” tegas Haris, yang merupakan alumni SMA Negeri 5 Balikpapan ini.
Selain peningkatan kualitas drainase di Gunung Malang, ternyata juga ada penempatan anggaran untuk penanganan persoalan pembebasan lahan Sungai Ampal supaya sungai kebanggan masyarakat Balikpapan Tengah ini semakin lebar mampu menampung banyak air.
“Pembebasan sedang diupayakan pemerintah. Jika selesai tahun ini pasti di tahun 2019 sudah berlangsung pengerjaannya. Kami akan pantau terus, ikut mengawasi di lapangan,” ujar politisi partai Demokrat ini.
Karena itu, dia pun mengimbau kepada pemerintah kota dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan untuk mampu merangkul semua pihak dalam mensukseskan program pelebaran Sungai Ampal.
“Dinas Pekerjaan Umum wajib berkoodinasi dengan BPN dan Camat serta Lurah dalam penetapan lokasi pembuatan peta bidang. Nanti kalau sudah beres, tinggal pelaksanaan teknsinya saja dilaksanakan. Kami akan ikut awasi, bakal lakukan sidak,” kata Haris.
Komisi III yang membidangi pembangunan dan lingkungan hidup akan melakukan kontrol pelaksanaan semua proyek penanganan banjir di Balikpapan.
Sebab untuk pelebaran Sungai Amal saja, ada anggaran Rp 8 miliar di tahun ini yang digunakan untuk upaya pembebasan lahan pinggiran sungai.
Belum lagi upaya pelebaran Sungai Ampal diperkirakan akan mengabiskan anggaran sampai sekitar Rp 200 miliar, yang akan membuka lahan baru antara 25 hingga 40 meter. (*)
Subscribe official YouTube Channel
Baca juga:
LINK dan Jadwal Pendaftaran SBMPTN 2019, Mulai Pukul 13.00 WIB di pendaftaran-sbmptn.ltmpt.ac.id
BREAKING NEWS - Perahu Kandas di Laut, 4 Warga Balikpapan Terombang-Ambing Seharian, Begini Nasibnya
TERPOPULER: Pemkot Samarinda Tetapkan Masa Tanggap Darurat Banjir 7 Hari, Korban Harus Dapat Bantuan
Ismail Mengambil Kail Mancing, Spontan Buaya Gigit Betisnya Diseret ke Air, Ini Nasibnya Sekarang
Ungkap Pilihan Politik Ani Yudhoyono Hingga SBY Bersedekap, Jubir BPN Sebut Prabowo Diminta SBY
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/wakil-walikota-balikpapan-rahmad-masud-_.jpg)
