Tak Dapat Pekerjaan di Kampungnya, Pria Ini Malah Jadi Dosen di King Abdul Aziz Jeddah

Kejayaan itu bukan terletak pada siapa yg paling banyak rezekinya, tetapi pada siapa yg paling banyak bersyukur

Tak Dapat Pekerjaan di Kampungnya, Pria Ini Malah Jadi Dosen di King Abdul Aziz Jeddah
SERAMBINEWS.COM/Hand Over
Penulis Hasan Basri M Nur bersama Muhammad Subhan Ishak, tamatan Unsyiah yang kini mengabdi sebagai Dosen di King Abdul Aziz University, Jeddah, Arab Saudi. 

TRIBUNKALTIM.CO - Banyak warga Aceh percaya bahwa “langkah, raseuki, peuteumon, mawot” (masa depan, rezeki, jodoh, ajal) adalah rahasia Ilahi.

Manusia hanya bertugas merealiasasikan skenario Sang Pencipta, dengan bersungguh-sungguh, sampai berhasil meraih yang terbaik sesuai potensi yang diberikan Allah.

Muhammad Subhan Ishak, ST., M.Sc., Ph.D., M.LogM., Aff.M.ASCE., CMILT dalam hidupnya terus berjuang untuk mewujudkan mimpi.

Dia memilih jalur pendidikan untuk mengabdi.

Gelar-gelar yang disandangnya dapat dibagi dua kategori.

Pertama, gelar akademik S1, S2 dan S3, yaitu ST, MSc, PhD.

Kedua, gelar sertifikasi profesi dengan rincian:

M.LogM dikeluarkan oleh Asosiasi Logistik Malaysia sebagai "Pakar Logistik"

CMILT dikeluarkan oleh Australia sebagai "Chartered Logistician and Transport"

Aff.M.ASCE dikeluarkan oleh USA sebagai "Ahli Teknik Sipil".

 

Dari Unsyiah ke Malaysia

Halaman
1234
Editor: Kholish Chered
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved