Banjir Samarinda, Orangtua Serbu Makanan Ibu Hamil dan Balita Kategori Kurus

Makanan tambahan ibu hamil dan balita itu sengaja diberikan cuma-cuma petugas Puskesmas Segiri ke warga di posko Kelurahan Sidodadi.

Banjir Samarinda, Orangtua Serbu Makanan Ibu Hamil dan Balita Kategori Kurus
TRIBUN KALTIM / NALENDRO PRIAMBODO
Meluasnya banjir di Samarinda 5 hari terakhir membuat sedikitnya 20 ribu warga dari berbagai usia kesulitan akses mendapatkan makanan. Segala cara dan makanan yang tersedia dikonsumsi selama terjebak banjir. Termasuk makanan ibu hamil dan balita kategori kurus ludes diserbu orangtua. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Meluasnya banjir di Samarinda 5 hari terakhir membuat sedikitnya 20 ribu warga dari berbagai usia kesulitan akses mendapatkan makanan.

Segala cara dan makanan yang tersedia dikonsumsi selama terjebak banjir. Termasuk makanan ibu hamil dan balita kategori kurus ludes diserbu orangtua.

Meluasnya banjir di Samarinda 5 hari terakhir membuat sedikitnya 20 ribu warga dari berbagai usia kesulitan akses mendapatkan makanan.
Segala cara dan makanan yang tersedia dikonsumsi selama terjebak banjir. Termasuk makanan ibu hamil dan balita kategori kurus ludes diserbu orangtua.
Meluasnya banjir di Samarinda 5 hari terakhir membuat sedikitnya 20 ribu warga dari berbagai usia kesulitan akses mendapatkan makanan. Segala cara dan makanan yang tersedia dikonsumsi selama terjebak banjir. Termasuk makanan ibu hamil dan balita kategori kurus ludes diserbu orangtua. (TRIBUN KALTIM / NALENDRO PRIAMBODO)

Hal ini, terpantau di posko Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Senin (10/6/2019) siang.

Sudah tiga hari warga 3.875 jiwa meliputi 2.715 kepala keluarga di 15 RT di kelurahan itu, kesulitan akses makanan dan air bersih.

TUTUP AKSES JALAN - suasana kawasan simpang Lembuswana, Samarinda yang dipenuhi banjir, Senin (10/6/2019). Banjir setinggi paha orang dewasa ini menutup akses jalan, sehingga kendaraan roda dua dan mobil non double gardan tidak bisa melintas di kawasan yang merupakan penghubung ke beberapa wilayah di kota Samarinda itu.
TUTUP AKSES JALAN - suasana kawasan simpang Lembuswana, Samarinda yang dipenuhi banjir, Senin (10/6/2019). Banjir setinggi paha orang dewasa ini menutup akses jalan, sehingga kendaraan roda dua dan mobil non double gardan tidak bisa melintas di kawasan yang merupakan penghubung ke beberapa wilayah di kota Samarinda itu. (TRIBUN KALTIM / FACHMI RACHMAN)

Makanan tambahan ibu hamil dan balita itu sengaja diberikan cuma-cuma petugas Puskesmas Segiri ke warga di posko Kelurahan Sidodadi.

Sejumlah petugas yang ada di lokasi berujar, sedikitnya ada 10 kardus berisi masing-masing 86 bungkus makanan yang habis dibagikan pada warga.

Makanan itu, adalah bantuan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Produk itu, diberikan cuma-cuma di puskesmas dan tak diperjualbelikan.

Isinya 3 lempeng biskuit seberat 10 gram per lempeng.

Anto, warga Sidodadi, yang antusias mengambil 3 bungkus makanan tambahan itu mengatakan, ia terpaksa mengambil karena khawatir istri dan anaknya kurang asupan gizi setelah 3 hari berjibaku dengan banjir dan kesulitan mencari makanan.

"Buat jaga-jaga mas, takut anak saya kurang makanan," kata bapak satu anak ini.

Halaman
123
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved