Berita Pemprov Kalimantan Utara

Pimpin Apel Usai Cuti Bersama Pasca-Lebaran, Gubernur: Tak Hadir Sanksi Potong Insentif

Informasi dari BKD Kaltara, ada 44 ASN di lingkup Pemprov Kaltara yang tidak masuk kerja pada hari pertama pasca Idulfitri, Senin

Pimpin Apel Usai Cuti Bersama Pasca-Lebaran, Gubernur: Tak Hadir Sanksi Potong Insentif
HUMASPROV KALTARA
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat memimpin apel bersama di Lapangan Agatish, Senin (10/6/2019). Usai apel dilanjutkan dengan halal bihalal, saling memaafkan dalam suasana Idulfitri 1440 Hijriah. 

TANJUNG SELOR - Hari pertama kerja di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara), diawali dengan menggelar apel bersama di Lapangan Agatish Tanjung Selor, dengan dipimpin langsung oleh Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, Senin (10/6/2019).

Masih dalam suasana Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriah, pada kesempatan itu juga sekaligus dilaksanakan halal bihalal, yang ditandai dengan saling bermaaf-maafan oleh semua peserta apel.

“Alhamdulillah, hari ini kita telah kembali bekerja setelah libur seminggu lebih. Kita awali masuk kerja pagi ini, dengan melaksanakan apel bersama. Saya berharap semua pegawai, baik ASN (aparatur sipil negara), CPNS (calon pegawai negeri sipil) maupun Pegawai Tidak Tetap (PTT) hadir.

Saya minta kepala OPD-nya memantau masing-masing stafnya. Kalau ada yang tidak masuk, laporkan. Terkecuali dengan alasan yang memang tidak memungkinkan bisa masuk kerja,” kata Irianto dalam arahannya.

Seluruh jajaran pegawai, utamanya ASN wajib masuk kerja di hari pertama kemarin. Hal ini, lanjutnya, secara tegas telah diatur dalam Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Nomor: B/26/M.SM.00.01/2019, tertanggal 27 Mei 2019. Disebutkan dalam surat edaran itu, secara jelas bahwa seluruh ASN wajib masuk kerja pasca cuti bersama Idulftri pada tanggal 10 Juni 2019.

“Terkecuali memang alasannya jelas, urgensi. Seperti sedang sakit, atau keperluan tugas yang wajib dilaksanakan. Termasuk bagi yang sedang berduka ada keluarga atau orang tuanya meninggal. Ini masih kita toleransi. Kalau hanya alasan kehabisan tiket, atau ketinggalan pesawat, itu bukan alasan. Tidak bisa diterima,” tegas Gubernur di depan ribuan pegawai dari seluruh OPD dan Biro di lingkup Pemprov Kaltara yang hadir dalam apel tersebut.

Irianto menegaskan, akan ada sanksi bagi ASN yang tidak masuk kerja di hari pertama kemarin. Tak hanya sanksi disiplin, tunjangan kinerja ASN yang membolos akan dipotong. "Sanksi tentang disiplin sesuai PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Kalau tidak masuk otomatis tunjangan dipotong," ungkapnya.

Terkait sanksi ini, Gubernur juga menyampaikan pada saat rapat staf. Kepada kepala OPD, diminta memberikan sanksi sesuai dengan arahan Menpan-RB. Utamanya, insentif dipotong 50-60 persen beserta surat teguran dari Sekprov yang disampaikan Kepala OPD.

Informasi dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara, sesuai data absensi ada 44 ASN di lingkup Pemprov Kaltara yang tidak masuk kerja pada hari pertama pasca Idulfitri, Senin (10/6/2019). Atau secara persentase sekitar 1 persen.

Sehingga dikalkulasikan 99 persen ASN di lingkup Pemprov Kaltara hadir. Adapun 44 ASN yang tak hadir itu, masuk dalam kategori cuti. Yakni cuti alasan penting 11 orang, cuti bersalin 9 orang, cuti besar 4 orang, cuti sakit 14 orang dan cuti tahunan 6 orang.

Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved