Narkoba

Polri Ungkap Modus Baru Narkoba dari Malaysia, Pelaku Sewa Kapal Pesiar Rp 7 Miliar ke Indonesia

Pasalnya enam warga negara Malaysia nekat merogoh kocek Rp 7 miliar hanya untuk selundupkan narkoba ke Indonesia.

Polri Ungkap Modus Baru Narkoba dari Malaysia, Pelaku Sewa Kapal Pesiar Rp 7 Miliar ke Indonesia
dok Tribun Bali
ILUSTRASI - Polri Ungkap Modus Baru Narkoba dari Malaysia, Pelaku Sewa Kapal Pesiar Rp 7 Miliar ke Indonesia. 

TRIBUNKALTIM.CO  Aksi nekat enam warga negara Malaysia ini bikin geleng kepala.

Pasalnya enam warga negara Malaysia nekat merogoh kocek Rp 7 miliar hanya untuk selundupkan narkoba ke Indonesia.

Uang senilai Rp 7 miliar itu digunakan untuk menyewa kapal pesiar, guna menyelundupkan narkoba via jalur laut Malaysia ke Indonesia.

Dilansir dari Kompas.com, enam warga negara Malaysia itu menyelundupkan narkoba jenis sabu-sabu saat Lebaran, dengan menyewa kapal pesiar kecil (yacht) seharga Rp 7 miliar.

Aksi ini kemudian berhasil digagalkan Bareskrim Polri, Selasa (11/6/2019).

"Nama kapalnya Carron Layner, ini kapal pesiar yang cukup mewah, harga second hand itu 2,5 juta ringgit atau sekitar Rp 7 miliar.

Kapal ini kapal buatan Prancis, buatan 2013, panjangnya itu 15 meter dengan kecepatan 30 knot," kata Wakil Direktur IV Bareskrim Polri Kombes Krisno Siregardi Kompleks Pelabuhan Sunda Kelapa, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (11/6/2019) dilansir dari Kompas.com.

memeriksa kapal yang digunakan tersangka penyelundupan narkotika saat rilis kasus penyelundupan narkotika jenis sabu sindikat kejahatan terorganisir Malaysia menggunakan Kapal Pesiar (Yatch) di Batavia Marina, Komplek Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa (11/6/2019)
memeriksa kapal yang digunakan tersangka penyelundupan narkotika saat rilis kasus penyelundupan narkotika jenis sabu sindikat kejahatan terorganisir Malaysia menggunakan Kapal Pesiar (Yatch) di Batavia Marina, Komplek Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa (11/6/2019) (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Krisno Siregardi mengungkapkan, kapal pesiar ini disewa oleh para pelaku khusus untuk menyelundupkan 37 kilogram sabu.

"Itu disimpan di dapra atau bantalan karet yang dipasang di lambung kapal dan berfungsi mencegah kapal mengalami benturan saat berlabuh di dermaga," katanya.

Krisno menyatakan bahwa penyelundupan narkoba menggunakan kapal pesiar merupakan sesuatu yang baru bagi kepolisian.

SEJARAH HARI INI - Kapal Pesiar RMS Titanic Tabrak Gunung Es, lalu Tenggelam 2 Jam Setelahnya

Mendadak Jessica Iskandar Ingin Dilamar di Kapal Pesiar, Begini Jawaban Richard Kyle

Bahkan, kasus seperti ini adalah yang pertama kali ditemukan kepolisian.

Pengungkapan kasus ini terjadi di Dermaga Batavia Marina, Komplek Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta pada Selasa (4/6/2019).

"Untuk yang kasus ini sebenarnya bagi kami ini sesuatu yang baru, tetapi modus menggunakan kapal ikan yang jamak dilakukan di Indonesia," kata dia.

Kapal pesiar itu lantas turut serta menjadi barang bukti dalam kasus ini.

Polisi belum menemukan bukti bahwa kapal tersebut merupakan hasil dari tindak pidana pencucian uang yang dilakukan para pelaku dari hasil penjualan narkoba.

Dalam kasus ini, polisi meringkus enam warga negara Malaysia yang akan menyelundupkan narkoba menggunakan kapal pesiar di Dermaga Batavia Marina, Komplek Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta pada Selasa (4/6/2019).

Empat warga negara Malaysia berinisial MIF, SHN, SLH, dan RHM ditangkap saat berada di atas kapal pesiar yang bersandar di Dermaga Batavia Marina, Komplek Pelabuhan Sunda Kelapa.

Keempat tersangka ini ditangkap saat tengah memindahkan sabu ke dalam dua buah koper untuk segera diedarkan.

Dilansir Kompas.com, Dari atas kapal pesiar tersebut ditemukan 37 kg sabu-sabu yang dikemas dalam kemasan teh China.

Enam orang warga negara Malaysia yang Susupkan Narkoba Menggunakan Kapal Pesiar Pada Momen Lebaran Idul Fitri
Enam orang warga negara Malaysia yang Susupkan Narkoba Menggunakan Kapal Pesiar Pada Momen Lebaran Idul Fitri (KOMPAS.com/JIMMY RAMADHAN AZHARI)

Sepanjang 2019 Kasus Narkoba Paling Banyak Disidang di PN Balikpapan. Kasus Penipuan Juga Banyak

Sopir, Motoris dan ABK Tes Narkoba, Kelaikan Kendaraan Lebaran Turut Dicek

Sementara dua orang lainnya berinisial IKZ dan MHS ditangkap polisi di hari yang sama namun dengan tempat berbeda.

IKZ ditangkap di Dermaga Marina, Ancol, sedangkan MHS ditangkap di Hotel Aston Pluit.

Polisi menyebutkan IKZ berperan sebagai penjemput sabu dari kapal setelah sampai di Jakarta.

Sedangkan peran MHS sebagai pengendali jaringan yang berada di Jakarta.

Adapun barang bukti dari enam warga negara Malaysia itu antara lain, 37 kilogram sabu-sabu saat Idul Fitri.

Keenam pelaku tersebut dikenakan Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) dan Pasal 113 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukaman mati atau penjara seumur hidup.

Polri bekerja sama dengan Polisi Diraja Malaysia untuk memburu dua orang yang memerintahkan keenam pelaku tersebut memasok narkoba ke Indonesia. (*)

Subscribe official YouTube Channel

Baca juga:

TERPOPULER: Dulu Bos Tito Karnavian, Kini Jenderal Purn Sofyan Jacob Ditetapkan Tersangka Makar

SEJARAH HARI INI - 11 Juni 2010 Piala Dunia Pertama Kali Digelar di Benua Afrika

PARADE FOTO: 10 Potret Udara Banjir yang Melumpuhkan Kota Samarinda, Senin 10 Juni 2019

Dewi Perssik Masih Bungkam Setelah Ayahnya Tiada, Terungkap Hal yang Membuat Dirinya Sangat Hancur

Galaxy Note 10, Gebrakan Baru dari Samsung Bakal segera Hadir, Ini Kelebihannya!



Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Selundupkan Sabu ke Indonesia, WN Malaysia Sewa "Yacht" Rp 7 Miliar", https://megapolitan.kompas.com/read/2019/06/11/20463661/selundupkan-sabu-ke-indonesia-wn-malaysia-sewa-yacht-rp-7-miliar.
Penulis : Jimmy Ramadhan Azhari
Editor : Icha Rastika
Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved