Puasa Syawal Boleh Dilakukan Terpisah atau Berurutan? Berikut Tata Cara dan Ketentuannya

Setelah Hari Raya Idul Fitri, umat Muslim disunnahkan melaksanakan Puasa Syawal selama 6 hari.

Puasa Syawal Boleh Dilakukan Terpisah atau Berurutan? Berikut Tata Cara dan Ketentuannya
BersamaDakwah
Ilustrasi - Puasa Syawal Boleh Dilakukan Terpisah atau Berurutan? Berikut Tata Cara dan Ketentuannya 

TRIBUNKALTIM.CO - Setelah Hari Raya Idul Fitri, umat Muslim disunnahkan melaksanakan Puasa Syawal selama 6 hari.

Pada hari ini, tepat sepekan kita memasuki bulan Syawal, tepatnya hari ke-7 Syawal 1440 H atau Selasa (11/6/2019).

Bolehkah Puasa Swayal dilakukan terpisah? Atau wajib berurutan?

Berikut ini tata cara, niat dan keutamaan Puasa Syawal yang harus diketahui:

Orang yang melaksanakan Puasa Syawal selama 6 hari di bulan Syawal setara dengan berpuasa selama setahun penuh.

Perintah melakukan Puasa Syawal disebutkan dalam hadits Abu Ayyub Al-Anshari r.a., Nabi Saw.,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim, no. 1164).

Untuk melakukan puasa Syawal, simak niat, tata cara, ketentuan, keutamaan puasa Syawal berikut.

Niat Puasa Syawal

Halaman
1234
Editor: Alfiah Noor Ramadhany
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved