Banjir di Samarinda

Warga Korban Banjir Samarinda Rebutan Makanan Tambahan, Khawatir Balita dan Ibu Hamil Kurang Gizi

Bencana banjir landa Samarinda, Kalimantan Timur para korban banjir rebutan makanan tambahan takut anak balita ya kurang gizi dan ibu hamil juga.

Warga Korban Banjir Samarinda Rebutan Makanan Tambahan, Khawatir Balita dan Ibu Hamil Kurang Gizi
TRIBUNKALTIM.CO/FACHMI RACHMAN
Pemandangan banjir dari ketinggian yang terjadi di kawasan Jalan Ahmad Yani, Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (10/6/2019). Hingga Senin siang air makin meninggi seiring meningkatnya pasang di Sungai Mahakam. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Masyarakat di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur sedang dilanda petaka banjir yang berhari-hari. Hampir sebagian besar wilayah Samarinda diselimuti genangan air, banjir. 

Warga Samarinda merasa kesusahan, pemukiman penduduknya digenangi air banjir yang cukup tinggi hingga ada yang capai 100 centimeter. Duka banjir ini sampai viral juga di media sosial ramai hastag #SamarindaCalap

Datangnya banjir ke pemukiman penduduk di Samarinda, membuat kesulitan warga Samarinda, seakan Kota Samarinda mengalami lumpuh. 

Masyarakat Samarinda yang kena banjir pun kesulitan, untuk dapatkan makanan masyarakat Samarinda kesulitan. Rumah terendam banjir, dapurnya pun ikut kena banjir, korban banjir tidak bisa lakukan aktivitas masak. 

Para korban yang kena banjir kesulitan mendapatkan makanan yang layak. Kondisi darurat banjir, masyarakat pun ada yang rela mau konsumsi makanan jenis instan. 

Jenis makanan yang dikonsumsi warga Samarinda hanya mi instan selama tiga hari berturut-turut. Belum lagi mereka yang ibu hampil dan anak-anak serta balita

Terpaksa ada bala bantuan bagi korban banjir diberi makanan tambahan bagi ibu hamil, perempuan, anak-anak dan balita

Khusus makanan bagi balita ada makanan jenis makanan tambahan berupa biskuit. Ini pun makanan biskuit ini banyak yang rebutan. Para orangtua ada yang rebutan makanan jenis ini.

Saat disediakan makanan tambahan ini dalam sekejap langsung ludes. 

Banyak alasan orangtua korban banjir rebutan makanan tambahan ini, satu di antaranya si korban banjir merasa khawatir takut kehabisan. 

Halaman
1234
Penulis: tribunkaltim
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved