Pilpres 2019

Yunarto Wijaya jadi Target Pembunuhan Aksi Kerusuhan 22 Mei, Dirinya Tulis Sudah tak Ada Dendam Lagi

Akhirnya terungkap. Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya jadi orang yang diincar akan dibunuh terkait kerusuhan 22 Mei.

Yunarto Wijaya jadi Target Pembunuhan Aksi Kerusuhan 22 Mei, Dirinya Tulis Sudah tak Ada Dendam Lagi
YouTube Najwa Shihab
Sekjen Persepi Yunarto Wijaya memberikan tanggapan terkait tuduhan Prabowo dan Ustaz Bachtiar Nasir kepada sejumlah lembaga survei. Tanggapan tersebut disampaikan pada acara Mata Najwa yang tayang di Trans7, Rabu (25/4/2019) malam. 

TRIBUNKALTIM.CO - Kali ini Yunarto Wijaya angkat bicara terkait dirinya jadi satu nama yang jadi incaran target pembunuhan

Aksi kerusuhan 22 Mei di Jakarta dan ada dugaan pembunuhan bayaran 4 tokoh nasional dan satu orang dari lembara survei Yunarto Wijaya, jadi bahan perbincangan.  

Simak respons Yunarto Wijaya setelah namanya disebut sebagai satu tokoh yang jadi target pembunuhan pada Mei 2019.

Teka-teki siapa pimpinan lembaga survei yang diincar akan dibunuh pada Mei 2019, akhirnya terungkap.

Hal tersebut terungkap dalam konferensi pers yang digelar Mabes Polri di kantor Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Selasa (11/6/2019).

Dalam konferensi pers ini, polisi membeberkan peran tersangka eksekutor serta siapa yang menyuruh mereka.

Selain Yunarto, ada empat tokoh nasional lain yang juga jadi target pembunuhan.

Sekretaris Jenderal Persepi sekaligus Direktur Charta Politika, Yunarto Wijaya usai konferensi pers PERSEPI terkait hasil quick count, Sabtu (20/4/2019)
Sekretaris Jenderal Persepi sekaligus Direktur Charta Politika, Yunarto Wijaya usai konferensi pers PERSEPI terkait hasil quick count, Sabtu (20/4/2019) (Tribunnews.com/Reynas Abdila)

Keempat tokoh itu adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere.

Masih konferensi pers yang menayangkan pengakuan para tersangka, terungkap pula bagaimana seorang tersangka dalam melakukan pengintaian rumah Yunarto.

Tersangka Irfansyah alias IR menceritakan, dua hari setelah Pemilu 2019, ia ditelepon Armi untuk bertemu Kivlan Zen di Masjid Pondok Indah.

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved