Kementan & DPKP Kaltara Sepakat Persawahan yang Sudah Ada di KBM Tanjung Selor Tetap Dipertahankan

Kementan dan DPKP Kaltara tetap sepakat persawahan yang saat ini sudah ada di KBM Tanjung Selor akan tetap dipertahanankan.

Kementan & DPKP Kaltara Sepakat Persawahan yang Sudah Ada di KBM Tanjung Selor Tetap Dipertahankan - rombongan-pejabat-pemprov-kaltara.jpg
TRIBUN KALTIM/ Muhammad Arfan
Rombongan pejabat Pemprov Kaltara tengah memantau lokasi pusat pemerintahan provinsi, di Gunung Seriang, Tanjung Selor, Bulungan, beberapa waktu lalu.
Kementan & DPKP Kaltara Sepakat Persawahan yang Sudah Ada di KBM Tanjung Selor Tetap Dipertahankan - masterplan-kbm-tanjung-selor.jpg
TRIBUN KALTIM/ Muhammad Arfan
Masterplan KBM Tanjung Selor yang disusun Pemprov Kaltara, sebelum tahap review oleh BPIW Kementerian PUPR terpajang di Kantor Gubernur Kaltara.

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Salah satu substansi dalam Instruksi Presiden Nomor 19 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor, ialah instruksi presiden kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia (RI).

Menteri Pertanian RI diminta mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi, dan kewenangannya untuk mempercepat pembangunan KBM Tanjung Selor.

Instruksi tersebut tersirat dalam Diktum Kesebelas.

"Menteri Pertanian untuk memfasilitasi penyelesaian status lahan pertanian sesuai dengan ketentuan perundang-undangan," bunyi Diktum tersebut.

Kepala DPKP Kaltara Andi Santiaji Pananrangi (kanan) bersama dua pejabat Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI bersua di Kantor DPKP Kaltara, Rabu (12/6/2019).
Kepala DPKP Kaltara Andi Santiaji Pananrangi (kanan) bersama dua pejabat Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI bersua di Kantor DPKP Kaltara, Rabu (12/6/2019). (TRIBUN KALTIM/ Muhammad Arfan)

Menindaklanjuti substansi tersebut, Kementerian Pertanian RI melalui Direktorat Jenderal Sarana dan Prasarana Pertanian dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Utara telah tiga kali melakukan koordinasi dalam rangka penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Dalam rapat kali ketiga, di Kantor DPKP Kalimantan Utara, unit kerja Kementerian Pertanian dan Pemprov Kalimantan Utara dalam waktu dekat akan melakukan pemetaan luas areal pertanian sawah yang masuk dalam KBM Tanjung Selor.

Kepala DPKP Kalimantan Utara Andi Santiaji Pananrangi menjelaskan, sejauh ini belum didapatkan luasan areal pertanian sawah yang pasti di kawasan rencana kota baru.

Demikian juga belum didapatkan angka pasti jumlah luasan sawah irigasi, produktif, dan tidak produktif, bahkan yang sudah beralih menjadi lahan non-pertanian.

"Kita akan berkoordinasi dengan Pemkab Bulungan juga untuk mengetahui secara persis," ujar Andi Santiaji saat disua TribunKaltim.co, Rabu (12/6/2019).

Selain itu, akan dibuat kelompok kerja (Pokja) dan Tim Teknis untuk memetakan luasan persawahan di kawasan KBM.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved