Berita Video

VIDEO Jenazah Marco, Penyandang Disabilitas Korban Penganiyaan Tiba di Rumah Duka

Suasana duka menyelimuti rumah duka Marco Fernando Mancini yang menjadi korban penganiayaan hingga tewas.

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Suasana duka menyelimuti rumah duka Marco Fernando Mancini yang menjadi korban penganiayaan hingga tewas.

Nampak istri korban, Yulita Sari, didampingi kerabatnya tak henti-hentinya menangis mengenang kepergian suami tercinta.

Di rumah duka juga terlihat banyak keluarga korban yang setia menunggu kedatangan jenazah sejak  pagi.

Jenazah korban tiba di rumah duka sekitar pukul 14.30 Wita dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan.

"Jenazah dibawa ke RSKD dulu untuk diotopsi dan dimandikan, baru kemudian dibawa ke rumah duka," ujar Lili, salah seorang kerabat orangtua korban, Rabu, (12/6/2019).

Lili menerangkan, jenazah rencananya akan dimakamkan pada Jumat (14/6/2019) mendatang di pemakaman Kristen Kilometer 15 Balikpapan.

"Rencana mau dimakamkan hari ini, tapi masih nunggu keluarga yang dari Kalbar. Jadi dimakamkan Jumat nanti," tuturnya.

Marco Fernando Mancini meninggal dunia dengan meninggalkan istri dan seorang anak yang masih bayi bernama Marcelino Ronaldi yang baru mau memasuki usia satu tahun.

Diketahui, Marco Fernando Mancini dan istri juga merupakan seorang yang menyandang disabilitas Tuna Rungu dan pernah bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB).

Marco Fernando Mancini merupakan anak ketiga dari empat bersaudara dan berdomisili di komplek Ramayana RT 23 Nomor 115 Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara.

Halaman
1234
Editor: Syaiful Syafar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved