Beda Kesaksian dengan Ayah Korban, Pelaku Tolak Dikatakan Memalak Marco Sebelum Dibunuh

Kedua pelaku kejahatan yang menghabisi nyawa Marco Fernando Mancini (31) membantah kesaksian ayah korban.

Beda Kesaksian dengan Ayah Korban, Pelaku Tolak Dikatakan Memalak Marco Sebelum Dibunuh
TribunKaltim.Co/Aris Joni
Jenazah Marco Tiba di Rumah Duka yang menjadi korban menganiayaan 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN - Kedua pelaku kejahatan yang menghabisi nyawa Marco Fernando Mancini (31) membantah kesaksian ayah korban.

Tersangka SN (30) dan RM (37) menolak dikatakan telah memalak korban. Justru korbanlah yang lebih dulu memalak mereka, namun tak dipenuhi.

"Korban meminta uang kepada pelaku. Itu pengakuan para pelaku saat diinterogasi. Kronologis berawal dari tanggal 4 sebelum malam takbiran," kata Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra melalui Kasat Reskrim AKP Makhfud Hidayat, Kamis (13/6/2019).

Baru terjadi cekcok adu fisik, yang berujung pada dendam. Lantaran pelaku tak memberikan uang kepada korban kala itu.

"Pelaku RM sempat mengejar tapi tak dapat. Dicari nggak ketemu. Ngga  selesai, RM menunggu waktu dan teman buat balas dendam. Ada jeda waktu beberapa hari," ujarnya.

Sementara kesaksian Hendri Singal (57), ayah korban berkata anaknya sehari sebelum lebaran bermasalah dengan orang yang diduga kedua pelaku di lapangan Foni Balikpapan Barat.

"Harus ditangkap. Kalau mau selesaikan masalah baik-baik. Bukan caranya begitu. Dua orang itu (pelaku), mungkin anak saya itu berulang kali dipukul, sampai meninggal di tempat," ungkap Hendri Singal (67) di ruang Mortuary RSKD Balikpapan, pada pemberitaan Tribunkaltim.co sebelumnya.

Saat ditanya apakah anak kandung punya masalah sebelum kejadian nahas, Rabu (12/6/2019) dini hari tadi. Hendri mengatakan anaknya memang punya permasalahan dengan beberapa orang.

Saat malam takbiran lalu anaknya terlibat adu pukul dengan rekannya di kawasan Kebun Sayur, Balikpapan Barat.

"Ada masalah. Waktu malam takbiran dia beli kue di Kebun Sayur Lapangan Foni. Di sana pas dia mau pulang dipalak dia diminta uang. Dipukul dia, anak saya balas pukul. Orang yang dia pukul cabut pisau, anak saya lari dari Kebun Sayur," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved