Disnaker Bakal Awasi Rekrutmen Karyawan di Pabrik CPO, Wajib Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bontang menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) ke lokasi proyek pembangunan pabrik Crude Palm Oil (CPO) di Segendis,

Disnaker Bakal Awasi Rekrutmen Karyawan di Pabrik CPO, Wajib Rekrut Tenaga Kerja  Lokal
TribunKaltim.Co/Ichwal Setiawan
SIDAK CPO — Kabid P3K, Dinas Tenaga Kerja Bontang, Usman meninjau lokasi proyek pembangunan pabrik olahan CPO di Segendis Bontang Lestari. Kunjungan ini untuk mengkonfirmasi kebutuhan tenaga kerja di proyek ini nantinya. 

TRIBUNKALTIM.CO,BONTANG — Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bontang menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) ke lokasi proyek pembangunan pabrik Crude Palm Oil (CPO) di Segendis, Kelurahan Bontang Lestari, Kamis (13/6/2019).

Rombongan Disnaker dipimpin, Kabid Pelatihan, Produktivitas, dan Penempatan Tenaga Kerja (P3K) Disnaker Bontang, Usman dan beberapa staf.

Sayangnya, kunjungan ini tak menemui jajaran karyawan teras di PT Energi Unggul Persada (EUP).  Namun demikian,  pihaknya menggali informasi dari para supir-supir truk yang beraktivitas di lokasi ini.

“Belum ada rencana perekrutan tenaga kerja yang diberikan ke kami, kalau kami pantau juga belum ada pembangunan konstruksi masih penimbunan lahan,” ujar Usman kepada tribunkaltim.co seusai sidak.

Usman menjelaskan, tujuan sidak ini untuk memastikan PT EUP benar-benar melakukan penerimaan karyawan sesuai aturan yang berlaku. Untuk Bontang kini sudah memiliki aturan rekrutmen tenaga kerja lokal wajib mendominasi di perusahaan.

Aturan main ini wajib ditaati seluruh pengusaha di Bontang tanpa terkecuali. Sejatinya, pihaknya intens berkomunikasi dengan personalia PT EUP. Mereka mengaku bakal taat dan patuh terhadap aturan main rekrutmen tenaga kerja.

“Kita tidak ingin persoalan seperti di PLTU kembali terjadi di PT EUP ini. Makanya kami lakukan pendekatan ke manajemen, siarkan aturan tenaga kerja ke mereka,” ungkap Usman.

Ke depan, pihaknya bakal terus memantau perkembangan di PT EUP. Ia tak ingin, adanya pelanggaran rekrutmen tenaga kerja di lokasi industri baru.

“Tidak boleh lagi penerimaan tenaga kerja itu cuman formalitas saja, padahal mereka sudah siapkan karyawan. Kita akan pantau dan awasi setiap perekrutan, mulai dari pendaftaran sampai tes,” tandasnya.

Usman menuturkan,  secara prinsip pemerintah menyambut investasi yang masuk ke daerah. Namun, para investor dan pengusaha pun harus menaati aturan main di Kota Bontang, khususnya tenaga kerja. (*)

Halaman
12
Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved