Gempa Bumi Guncang Sumatera Barat 3,1 Skala Richter, Berikut Laporan BMKG

Pusat gempa berada di darat 24 km barat daya Pasaman dengan kedalaman 10 km. Gempa ini dirasakan di Bonjol dan Simpati dengan skala II MMI

Gempa Bumi Guncang Sumatera Barat 3,1 Skala Richter, Berikut Laporan BMKG
Pixabay
Ilustrasi gempa bumi - Gempa Bumi Guncang Sumatera Barat 3,1 Skala Richter, Berikut Laporan BMKG 

TRIBUNKALTIM.CO - Gempa bumi kembali terjadi di wilayah Indonesia. Kali ini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi di Sumatera Barat.

Gempa dengan kekuatan 3,1 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Rabu (12/6/2019).

Dikutip dari akun twitter Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), @infoBMKG, gempa terjadi pada pukul 22.15 WIB.

Pusat gempa berada di darat 24 km barat daya Pasaman dengan kedalaman 10 km. Gempa ini dirasakan di Bonjol dan Simpati dengan skala II MMI

"#Gempa Mag:3.1, 12-Jun-19 22:15:47 WIB, Lok:0.03 LS, 100.03 BT (Pusat gempa berada di darat 24 km Barat Daya Pasaman), Kedlmn:10 Km Dirasakan (MMI) II Bonjol, II Simpati #BMKG," tulis @infoBMKG.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan korban jiwa akibat gempa bumi.

BREAKING NEWS - Gempa Hari Ini Guncang Bulungan dan Terasa III MMI, Ini Sejarah Gempa di Kalimantan

Gempa Hari Ini 31 Mei Guncang Talaud, Sulut, Kekuatan 6,3 SR dan Terasa di Melonguane dan Sangihe

Berdasarkan Skala MMI (Modified Mercalli Intensity), beginilah gambaran keadaan yang dirasakan seseorang terhadap guncangan gempa, dikutip dari situs BMKG:

I MMI

Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang

II MMI

Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Baca: Rabu Pagi Karangasem Dua Kali Diguncang Gempa Tektonik, Apa Kata BMKG?

III MMI

Getaran dirasakan nyata dalam rumah.

Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

IV MMI

Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

V MMI

Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI

Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI

Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

VIII MMI

Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.

X MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

Baca: Info BMKG: Gempa Telah Mengguncang Kabupaten Lombok Utara Pada Rabu Dini Hari

XI MMI

Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.

XII MMI

Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.

Suara Dentuman Keras Gegerkan Warga Belitung

Sehari sebelumnya, warga Belitung, Kepulauan Bangka Belitung digegerkan suara dentuman disertai getaran tanah terasa di . Selasa (11/6/2019).

Getaran tersebut juga sempat terekam mesin pencatat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Pangkal Pinang, Kurniaji tak menampik adanya kejadian itu. Namun, Kurniaji menyatakan belum bisa berkomentar apa pun terkait penyebab dari kejadian itu.

"Dari PGR Wilayah VI belum menginformasikan adanya aktivitas gempa di Tanjung Pandan semalam," kata Kurniaji saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (12/6/2019).

Mengutip dari Tribunnews, Kurniaji meragukan bahwa getaran tersebut terjadi karena adanya gempa.

Sebab, jika memang gempa, maka sistem dari BMKG akan langsung merekam gempa tersebut, baik BMKG Padang Panjang atau pun pusat kegempaan BMKG Jakarta.

Namun, saat ia mencoba untuk mengkonfirmasi perihal gempa tersebut, tidak mendapatkan adanya data terjadi aktivitas gempa di wilayah Belitung.

Ia juga mengatakan adanya keganjilan jika gempa terlebih dahulu dimulai dengan ledakan, karena umumnya gempa bumi berasal langsung dari bawah permukaan bumi, sehingga tidak menyebabkan ledakan.

"Mungkin bisa saja dikarenakan adanya aktivitas eksternal daratan, seperti pemotongan batu gunung atau aktivitas proyek lainnya."

"Kalau memang gempa biasanya gak ada ledakan, memang getaran yang berasal dari dalam bumi," kata Kurniaji.

Informasi yang dihimpun, dentuman dirasakan sebagian besar warga di Belitung.

Meskipun bunyi dentuman terdengar dari tempat yang jauh, getarannya terasa hingga ke rumah warga.

Getaran terasa pada Selasa sekitar pukul 19.30 WIB.

Getaran dirasakan warga di daerah Stadion Pangkal Lalang Aik Merbau.

Warga dilaporkan mendengar bunyi ledakan dan merasakan getaran di dalam maupun luar rumah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Bangka Belitung, Mikron Antariksa membenarkan kejadian itu.

"(Penyebab) masih perlu diteliti kembali."

"Namun, kejadian getaran tanah didahului dengan dentuman persis kejadian di Jebus Bangka Barat," kata Mikron.

Hanya saja kejadian di Jebus, penyebabnya sebagai bagian dari gempa bawah laut.

Provinsi Kalimantan Utara Turut Diguncang Gempa Bumi

Guncangan gempa bumi turut membuat panik masyarakat Bulungan, Kalimantan Utara, Selasa (11/6/2019).

Berdasarkan rilis Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa bumi bermagnitudo 4,7 skala richter.

Gempa tepatnya terjadi pukul 12.45 lewat 58 detik Waktu Indonesia Barat atau pukul 13.45 Waktu Indonesia Tengah.

Pusat gempa berada di darat, 40 kilometer Tenggara Bulungan persisnya 2.62 Lintang Utara 117.22 Bujur Timur. Kedalaman gempa 14 kilometer.

Tribunkaltim.co juga sempat merasakan getaran gempa, yang berlangsung sekitar 8 detik.

Hari Ini, 13 Tahun Lalu, Ribuan Nyawa Melayang di Yogyakarta dan Sekitarnya Akibat Gempa

Gempa 5,1 SR Guncang Pangandaran Rabu Malam

Warga Bulungan dan Tanjung Selor pun heboh. Salah satu warga Tanjung Selor bernama Ayu Prameswari melaporkan kepada Tribunkaltim.co, menjelaskan saat itu ia sedang beraktivitas di dapur.

"Saya lagi buat minuman untuk tamu di dapur. Tiba-tiba ada getaran. Kami sekeluarga langsung keluar rumah. Beruntung tidak ada kerusakan," ujarnya.

Ayu merasakan tiga kali guncangan ringan.

"Saya truma gempa Yogya tahun 2006 karena waktu itu saya di sana. Waktu gempat tahun 2016 di Tarakan juga saya rasakan," ujarnya.

Kepala BMKG Tanjung Selor M Sulam Khilmi mengatakan, gempa yang terjadi tidak berpotensi Tsunami.

Ia menjelaskan, hasil analisis BMKG, bahwasanya dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya,

gempa bumi yang terjadi adalah gempa bumi berkedalaman dangkal akibat aktifitas sesar Maratua.

Gempa bumi tersebut dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan sesar geser cenderung ke arah kiri (strike-slip sinistral).

Berdasarkan laporan dari masyarakat, dampak gempa bumi berupa guncangan yang dirasakan di daerah Tanjung Selor dengan intensitas II-III MMI.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan. Hasil pemodelan juga menunjukkan tidak berpotensi tsunami," ujarnya.

Hingga pukul 14.30 Waktu Indonesia Tengah, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

"Kami imbau masyarakat di sekitar wilayah Kalimantan Utara dan sekitarnya agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujarnya.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," ujarnya. (*)

Subscribe official YouTube Channel

Baca juga:

Jenazah Marco Tiba di Rumah Duka, Rencananya akan Dimakamkan Hari Jumat Besok

Profil George Toisutta, Jenderal Kelahiran Makassar yang Hari Ini Tutup Usia karena Kanker Usus

Kisah Sarwo Edhie Wibowo Ayah Ani Yudhoyono Melamun Depan Rumah, Kabar Miris Pindah Tugas

Dispatch Tuduh B.I iKON Gunakan Narkoba, Ini Bantahan YG Entertainment: Kami Beli Alat Tes Narkoba

UPDATE Info SBMPTN 2019: Ada Arahan Khusus untuk 2 Prodi hingga Tidak Perlu Buru-buru Daftar



Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Gempa Hari Ini - BMKG Catat Guncangan M 3,1 di Pasaman Sumbar, Getaran Terasa di Bonjol dan Simpati, http://www.tribunnews.com/regional/2019/06/12/gempa-hari-ini-bmkg-catat-guncangan-m-31-di-pasaman-sumbar-getaran-terasa-di-bonjol-dan-simpati?page=all.
Penulis: Daryono
Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved