Gerindra Jadi Pilihan Pertama Gabung Koalisi Pemerintah, Ini Penjelasan Salah Satu Partai Pendukung

Arsul Sani kembali menegaskan bahwa Gerindra menjadi pilihan paling awal jika ada tambahan partai koalisi pemnerintah.

Gerindra Jadi Pilihan Pertama Gabung Koalisi Pemerintah, Ini Penjelasan Salah Satu Partai Pendukung
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ILUSTRASI - Gerindra Jadi Pilihan Pertama Gabung Koalisi Pemerintah, Ini Penjelasan Salah Satu Partai Pendukung. 

TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Jokowi telah membuka pintu selebar-lebarnya kepada partai oposisi untuk bergabung ke koalisi pemerintah.

Bahkan tak menunutup kemungkinan peluang bagi partai rival, Gerindra bergabung ke koalisi pemerintah.  Justru kabar tersebut diakui dan dibenarkan salah satu partai anggota koalisi pemerintah, PPP.

Melalui Sekjennya, Arsul Sani menyatakan wacana menggandeng partai Gerindra sebagai mitra koalisi memang benar adanya.

Sekretaris Jenderal DPP PPP Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/10/2017).(KOMPAS.com/Nabilla Tashandra)
Sekretaris Jenderal DPP PPP Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/10/2017).(KOMPAS.com/Nabilla Tashandra) ()

Dilansir dari Kompas.com, Arsul Sani menanggapi pernyataan capres petahana Joko Widodo yang membuka peluang kepada Gerindra untuk masuk dalam koalisi pemerintah.

"Bahkan di antara anggota KIK (Koalisi Indonesia Kerja) ada juga yang malah melihat bahwa kalau Gerindra-nya mau, maka Gerindra dapat menjadi preferensi pertama untuk tambahan koalisi pemerintahan dibanding partai lain yang semula pengusung Paslon 02," kata Sekjen PPP, Arsul Sani melalui pesan singkat, Kamis (13/6/2019).

Arsul Sani kembali menegaskan bahwa Gerindra menjadi pilihan paling awal jika ada tambahan partai koalisi pemerintah.

"Jadi singkatnya, Gerindra memang bisa menjadi pilihan pertama jika koalisi pemerintahan hendak ditambah," ucapnya.

Gerindra Berpeluang Masuk Koalisi, Ace Hasan Syadzily;Siapa yang Berkeringat, Siapa yang Kerja Keras

Majelis Tinggi PD Bantah Koalisi Perlu Bubar, Soroti Cuitan Rachland Nashidik: Mau Jadi Menteri?

Arsul Sani menambahkan, sepanjang Gerindra bisa bersinergi dengan pemerintahan Jokowi dan partai-partai di KIK, maka masuknya partai Prabowo Subianto itu tak jadi soal.

Menurut Arsul Sani, ajakan tersebut merupakan wujud sikap inklusif Jokowi dalam berpolitik.

"Sehingga jangan semata-mata dianggap hanya untuk meredam konflik demi efektivitas pemerintahan ke depan," katanya.

Meski keputusan tetap ada di tangan Jokowi, Arsul Sani menilai  partai-partai lain dalam koalisi pemerintah tetap menanti sinyal dari Jokowi terkait partai oposisi yang dipilihnya gabung ke koalisi.

"Namun, untuk memulai pembicaraan dengan Gerindra, maka partai-partai KIK termasuk PPP tentunya menunggu sinyal yang lebih jelas lagi dari Pak Jokowi tentang parpol yang dipilih untuk menjadi anggota koalisi baru di pemerintahan," papar Arsul Sani.

Jokowi sudah tegas menyatakan tak menutup pintu bagi partai politik oposisi untuk bergabung bersama partai politik pendukung pemerintah periode 2019-2024. Tak terkecuali untuk partai Gerindra,

Sebagaimana dikutip dari wawancara khusus dengan Jakarta Post, Rabu (11/6/2019) kemarin, Jokowi mengaku, membuka diri bagi siapa saja yang ingin bekerja sama membangun negara.

“Saya terbuka kepada siapa saja yang ingin bekerja sama untuk mengembangkan dan membangun negara bersama,” ujar Jokowi saat ditanya spesifik mengenai kemungkinan masuknya Gerindra ke koalisi pendukung pemerintah.

“Sangat tidak mungkin bagi kami untuk membangun negara sebesar Indonesia sendirian. Kami membutuhkan kerja bersama,” tuturnya.

Posisi Gerindra di DPR periode 2019-2024 relatif kuat. Pada Pileg 2019, Gerindra menempati urutan ketiga parpol yang memperoleh suara terbanyak dengan 17.594.839 suara atau 12,57 persen.

Meski demikian, Jokowi menegaskan, prinsip yang akan dikedepankan adalah musyawarah untuk mufakat sekaligus kontrol yang baik dalam menjalankan pemerintahan.

“Semangat kita tetap musyawarah untuk mufakat. Bagaimanapun, sebuah negara demokrasi besar tetap membutuhkan kontrol, baik dari internal maupun dari eksternal,” ujar Presiden.

Respon Gerindra Terkait Peluang Gabung Koalisi

Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade, menyatakan partainya belum memikirkan peluang bergabung ke koalisi pemerintahan Joko Widodo jilid dua.

Ia mengatakan Gerindra saat ini tengah fokus menyiapkan persidangan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade
Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade (Tribunnews.com/Chaerul Umam)

Bahkan, Andre Rosiade meyakini pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan menang di MK.

Dilansir dari Kompas.com, Andre Rosiade menanggapi pernyataan capres petahana Joko Widodo yang membuka kemungkinan partai besutan Prabowo itu masuk ke dalam koalisi pemerintahannya di periode kedua jika memenagkan sengketa di MK.

"Ya fokus kami sekarang masih di MK. Kami fokus menghadapi gugatan yang akan kami ajukan ke MK. Belum terpikir sedikitpun soal bergabung," ungkap Andre Rosiade saat dihubungi, Rabu (12/6/2019).

"Orang kami yakin Insya Allah Pak Prabowo yang menang di MK. Nanti kami yang mengajakak koalisi ke kami. Bukan kami diajak ke sana. Tapi Insya Allah kami yang mengajak mereka gabung ke kami nanti setelah (sidang) MK," lanjut dia.

Andre Rosiade menilai wajar pernyataan Jokowi tersebut. Andre mengatakan jika menang di MK, Jokowi tentu ingin koalisi pemerintahannya ke depan sangat kuat.

Karena itu, Andre Rosiade menilai Jokowi ingin terus menambah kekuatan di dalam koalisinya ke depan agar pemerintahan berjalan efektif.

"Beliau merasa sebagai pemenang. Tentu beliau ingin mengajak teman-teman.

Saya rasa itu hal biasa dalam politik. Bahwa ingin menambah teman di koalisi, di barisan.

Hal itu yang biasa dalam politik untuk menambah kekuatan ya. Kami maklumi, itu hak beliau," tutur Andre.

Sinyal Kuat PAN Merapat ke Koalisi Pemerintah

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan menilai, secara de facto partainya tak lagi berada di koalisi parpol pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02.

Sehingga, internal partainya sudah mulai membicarakan mengenai langkah apa yang akan diambil selama lima tahun ke depan, antara tetap berada di oposisi atau bergabung dengan koalisi parpol pendukung pemerintah.

"Jadi sudah mulai ada pembicaraan mengenai langkah berikutnya bagi PAN, apa yang terbaik bagi PAN, posisi kita, dari sekarang sampai 5 tahun ke depan bagaimana baiknya," kata Bara Hasibuan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/12/2018).
Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/12/2018). ((KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO))

Gerindra Ditawai Posisi di Kabinet Kerja Jilid II, Begini Penjelasan Wasekjend PDIP

Soal Partai Gerindra Gabung ke Jokowi-Maruf Amin? Moeldoko Sebut Sangat Mungkin, Begini Alasannya

Bahkan ia tak ragu menyebutkan PAN berpeluang besar merapat ke koalisi pemerintah.

"Dan kemungkinan bergabung dengan pemerintahan besar sekali," ucapnya.

Kendati demikian, lanjut Bara, sikap resmi PAN terkait koalisi baru akan ditentukan dalam forum resmi yakni Rapat Kerja Nasional (Rakernas).

"Ya nanti ada (pembahasan secara resmi), kita kan punya mekanisme di Rakernas," tutur Bara. (*)

Subscribe official YouTube Channel

Baca juga:

TERPOPULER - Sosok Barbie Kumalasari yang Mengaku Bisa Berhubungan Suami Istri 8 Kali Sehari

Kembali Berjualan, Pedagang Rujak Cingur yang Viral Beberkan Perjalanan Panjang Usahanya

Kode Booking Terbukti Bodong; Ratusan Calon Penumpang Akhirnya Gagal Terbang

8 Fakta Penganiayaan Sadis di Jalanan Balikpapan, Sama-sama Tuna Rungu hingga Tak Peduli Ada Warga

Detik-detik Insiden Kapal Karam di Sungai Mahakam, Penumpang Tercebur hingga Mobil Hanyut


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sekjen PPP: Gerindra Bisa Jadi Pilihan Pertama jika Koalisi Pemerintah Ditambah", https://nasional.kompas.com/read/2019/06/13/12281361/sekjen-ppp-gerindra-bisa-jadi-pilihan-pertama-jika-koalisi-pemerintah.
Penulis : Rakhmat Nur Hakim
Editor : Diamanty Meiliana
Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved