Jual Koran Sejak 1988, Demi Bertahan di Era Digital, Ana juga Jualan Gorengan

Kios Chandra terletak di pinggir Jalan Agus Salim merupakan salah satu kios yang dulunya menjual berbagai macam koran, tabloid, macalah.

Jual Koran Sejak 1988, Demi Bertahan di Era Digital, Ana juga Jualan Gorengan
TribunKaltim.Co/Christoper Desmawangga
TERGERUS ZAMAN - Ana melayani pembeli di kiosnya. Dulunya kios tersebut menjual ratusan item bahan bacaan media cetak, sekarang Ana mencampur dengan jualan gorengan guna dapat bertahan di era digital, Kamis (13/6/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Perkembangan zaman di era digital membuat semua orang harus menyesuaikan diri.

Perkembangan dunia digital, terutama media sosial, perlahan-lahan menggerus bisnis media cetak. Tidak hanya perusahaan media cetak, namun juga dirasakan agen penjualannya.

Kios Chandra terletak di pinggir Jalan Agus Salim merupakan salah satu kios yang dulunya menjual berbagai macam koran, tabloid, macalah, hingga buku bacaan, termasuk buku teka teki silang (TTS).

Letaknya diapit toko-toko elektronik. Dulunya, meja lapak kios dipenuhi dengan berbagai bacaan, namun sekarang terisi gorengan, kue, hingga makanan berat.

Ya, sejak setahun terakhir, Ana (47) pemilik kios memilih untuk berjualan gorengan dan makanan, karena perlahan-lahan bisnis jual beli koran, tabloid, majalah dan bacaan lainnya mulai "menghilang".

Ana dan suamianya memulai bisnis jual beli bacaan media cetak sejak 1988, awalnya suaminya ikut berjualan dengan kakaknya di terminal Banjarmasin, Samarinda Seberang.

Karena memiliki peluang untuk mengembangkan usaha, dan bisnis jual beli koran cukup menguntungkan, dirinya lalu membuka kios kecil-kecilan di Jalan Agus Salim, pada 1998.

Dulunya, terdapat ratusan bacaan yang dijualnya, mulai koran lokal dan nasional, tabloid, majalah dan bacaan lainnya, seperti TTS.

Namun sekarang, dirinya hanya menjual belasan item bacaan saja, dan kebanyakan koran lokal, serta beberapa koran nasional.

"Pernah kan ke sini, dulu penuh meja saya ini, sekarang ya jualan gorengan, makanan. Untuk menyeimbangkan, sebelum benar-benar roboh," ucap Ana kepada Tribunkaltim.co, Kamis (13/6/2019).

Halaman
123
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved