Kebut Normalisasi Sungai Guntung 13 Hari, Walikota Neni akan Relokasi Rumah Warga di Bantaran Sungai

Upaya percepatan penanganan musibah banjir di Kota Bontang terus dikebut. Salah satunya program normalisasi sungai di sejumlah kelurahan Bontang.

Kebut Normalisasi Sungai Guntung 13 Hari, Walikota Neni akan Relokasi Rumah Warga di Bantaran Sungai - sungai-kanimbungan.jpg
HO / Humas Pemkot Bontang
CAPS :: KEBUT NORMALISASI — Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni meninjau lokasi sungai Kanimbungan di Kelurahan Guntung. Rencananya pemerintah bakal mengeruk sedimen di badan sungai kurang dari 13 hari
Kebut Normalisasi Sungai Guntung 13 Hari, Walikota Neni akan Relokasi Rumah Warga di Bantaran Sungai - neni-tinjau-lokasi.jpg
HO / Humas Pemkot Bontang
CAPS :: KEBUT NORMALISASI — Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni meninjau lokasi sungai Kanimbungan di Kelurahan Guntung. Rencananya pemerintah bakal mengeruk sedimen di badan sungai kurang dari 13 hari

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG — Upaya percepatan penanganan musibah banjir di Kota Bontang terus dikebut. Salah satunya program normalisasi sungai di sejumlah kelurahan Bontang.

Walikota Bontang, Neni Moerniaeni meninjau langsung rencana normalisasi sungai Kanimbungan di Kelurahan Guntung, Kamis (13/6/2019).

Kunjungan ini untuk memastikan percepatan program normalisasi sungai dikebut.

Rencananya sungai ini bakal dikeruk lebih dalam, agar daya tampung air lebih banyak. Neni meminta OPD terkait menyelesaikan pengerukan rampung dalam 13 hari.

Setelah pengerukan, sungai ini bakal diturap. Tanggul bibir sungai dibuat sedikit lebih tinggi untuk meminimalisir luapan air sungai saat volume bertambah.

“Saya minta selesai 13 hari, kita ingin semua sungai segera bebas dari hambatan,” ujar Neni.

CAPS :: KEBUT NORMALISASI — Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni meninjau lokasi sungai Kanimbungan di Kelurahan Guntung. Rencananya pemerintah bakal mengeruk sedimen di badan sungai kurang dari 13 hari
CAPS :: KEBUT NORMALISASI — Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni meninjau lokasi sungai Kanimbungan di Kelurahan Guntung. Rencananya pemerintah bakal mengeruk sedimen di badan sungai kurang dari 13 hari (HO / Humas Pemkot Bontang)

Lebih lanjut, pada kesempatan ini Walikota Neni juga meninjau hunian warga yang berdiri di bantaran sungai.

Menurut dia, pendirian bangunan di bantaran sungai bisa menggangu lalu lintas air.

Selain lebih sempit, hunian ini juga tak aman bagi masyarakat. Setiap air meninggi rumah mereka pasti terendam air.

“Ini jadi momentum kita untuk memberikan penyadaran ke masyarakat supaya tak membangun di bantaran sungai,” ungkap Neni.

Halaman
12
Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved