Banjir di Samarinda

Kementrian PUPR Pastikan ada Slot Anggaran Normalisasi Bendungan Benanga Samarinda Tahun 2020

Dirjen Sumberdaya Air Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hari Suprayogi memastikan ada anggaran normalisasi Bendungan Benanga

Kementrian PUPR Pastikan ada Slot Anggaran Normalisasi Bendungan Benanga Samarinda Tahun 2020
TRIBUN KALTIM/ NALENDRO PRIAMBODO
Direktur Jendral Sumberdaya Air Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hari Suprayogi (tengah) mengunjungi Samarinda Kamis (13/6/2019). Kunjungannya berkoordinasi dengan Pemda dan Balai Wilayah Sungai III Kalimantan untuk sinkronisasi program penuntasan banjir di Samarinda, Selasa mendatang. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Direktur Jendral Sumberdaya Air Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hari Suprayogi memastikan ada slot anggaran normalisasi Bendungan Benanga di Samarinda.

Kondisi bendungan kini memprihatinkan, dari kapasitas tampungan maksimal 1,4 juta meter kubik, kini hanya tersisa sepertiganya saja.

Sekitar 500 ribu meter kubik. Akibatnya, bendungan tak maksimal menampung air Sungai Karang Mumus dan sungai kecil lainnya di Samarinda Utara saat hujan deras.

Dari studi yang dilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS) III Kalimantan tahun 2016 lalu, biaya pengerukan seluruh sedimentasi ini, mencapai Rp 80 miliar.

Sedimentasi diduga kuat berasal dari bukaan lahan di sekitar tubuh bendungan dan juga dibawa lewat aliran Sungai Karang Mumus.

Meski demikian, Hari belum bisa memastikan berapa anggaran yang bakal digelontorkan oleh APBN untuk program ini.

Sebab, harus melihat desain bendungan dan kondisi terbaru. Informasi yang diperoleh dari Kepala Seksi Operasional dan Pemeliharaan, BWS III, Kalimantan, Arman Effendi menyebut, diperkirakan ada slot anggaran Rp 25-26 miliar untuk program ini.

“Yang jelas, 2020, kita pastikan ada cantolannya. Artinya ada alokasi di sana,” kata Hari melihat kondisi banjir di Samarinda, Kamis (13/6/2019).

Saat ini, lanjut pemegang gelar doktoral filosofi teknik sipil Universitas Brawijaya itu, Direktorat Jendral yang ia pimpin sedang fokus rencana penanganan banjir bersama Pemda lewat program struktural dan non struktural.

BANJIR DI BENGKURING - suasana banjir yang menerpa warga di kawasan perumahan Bengkuring Samarinda, Selasa (11/6). Meskipun menjadi lokasi terparah banjir, pada hari kelima tinggi banjir mengalami penurunan di beberapa lokasi di Bengkuring
BANJIR DI BENGKURING - suasana banjir yang menerpa warga di kawasan perumahan Bengkuring Samarinda, Selasa (11/6). Meskipun menjadi lokasi terparah banjir, pada hari kelima tinggi banjir mengalami penurunan di beberapa lokasi di Bengkuring (TribunKaltim.CO/Fachmi Rachman)

Program struktural meliputi pembangunan kolam retensi, pengendalian banjir, revitalisasi daerah rawa hingga hulu sungai.

Halaman
123
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved