Korban Pembantaian, Marco Fernando Mancini, Meninggalkan Bayi Berusia 1 Tahun

Korban pembantaian yang dilakukan SN dan MR dengan tiang besi, Marco Fernando Mancini, meninggalkan seorang bayi yang masih berusia 1 tahun.

Korban Pembantaian, Marco Fernando Mancini, Meninggalkan Bayi Berusia 1 Tahun
TRIBUN KALTIM / MUSTARNO
Kronologi pembunuhan yang menewaskan Marco Fernando Mancini 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Suasana duka menyelimuti rumah duka Marco Fernando Mancini yang menjadi korban penganiayaan hingga menewaskan dirinya. Nampak Istri korban, Yulita Sari didampingi kerabat korban tak hentinya menangis mengenang kepergian suami tercintanya. Dirumah duka juga terlihat banyak keluarga korban yang setia menunggu kedatangan jenazah korban mulai pagi, Rabu (12/6/2019).

Marco Fernando Mancini adalah korban penganiayaan yang dilakukan SN (30) dan RM (38). Marco ditemukan tewas bersimbah darah di tepi Jalan Soekarno Hatta KM2 Balikpapan Utara, Rabu (12/6/2019) sekitar 01.30 dini hari. Kedua pelaku menganiaya Marco dengan cara memukuli korban menggunakan senjata tumpul.

Jenazah korban tiba dirumah duka, Rabu (12/6/2019) sekitar pukul 14.30 wita dari Rumah Sakit Umum dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD), Balikpapan. "Jenazah di bawa ke RSKD dulu untuk diotopsi dan dimandikan, baru kemudian dibawa ke rumah duka," ujar Lili, salah seorang kerabat orangtua korban.

Lili menerangkan, jenazah rencananya akan di makamkan pada Jumat, (14/6) mendatang di pemakaman Kristen KM15 Balikpapan. "Rencana mau dimakamkan hari ini, tapi masih nunggu keluarga yang dari Kalbar. Jadi dimakamkan Jumat nanti," tuturnya.

Marco Fernando Mancini meninggal dunia dengan meninggalkan istri dan seorang anak yang masih bayi bernama Marcelino Ronaldi yang baru mau memasuki usia satu tahun. Diketahui, Marco Fernando Mancini dan istri juga merupakan seorang yang menyandang disabilitas tuna rungu dan pernah bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB).

Marco Fernando Mancini merupakan anak ketiga dari empat bersaudara dan berdomisili di komplek Ramayana RT 23 Nomor 115 Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara.

Tim Opsal Gabungan berhasil menangkap SN di rumahnya di Jalan Klamono, Balikpapan Utara. Sementara RM yang mengetahui rekannya diamankan polisi, menyerahkan diri ke kantor Polsek Balikpapan Utara.

Motif penganiayaan yang berujung pada kematian Marco pun terkuak. Tak lain soal dendam saat malam takbiran. Antara pelaku dan korban sempat ribut sehari sebelum hari lebaran 2019 lalu. Hal itu diungkapkan Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra didampingi Kapolsek Balikpapan Utara dan Kasat Reskrim AKP Makhfud Hidayat, Rabu (12/6/2019) saat jumpa pers di Mapolres Balikpapan.

Dari pengakuan tersangka SN dan RM kepada petugas, keributan terjadi di Lapangan Foni Balikpapan Barat. Kedua pelaku yang merupakan tukang parkir di kawasan tersebut cekcok dengan korban. Mereka mengaku dipalak korban. Tak terima keributan terjadi, kedua pelaku yang membawa sajam tersebut balik mengejar korban.

Hari itu korban selamat dari kejaran SN dan RM. Namun ternyata persoalan tersebut belum selesai sampai di sana. Dendam tersebut ternyata dipupuk. Salah satu pelaku kebetulan juga keluar kota.

Saat kembali ke Balikpapan, rencana pembalasan dendam pun dibuat. Selasa (11/6/2019) malam, di rumah SN, mereka membuat skenario. Hingga akhirnya penganiayaan berujung kematian tersebut berhasil dilakukan keduanya pada Rabu (12/6/2019) dini hari. "Rencana menghabisi korban, disiapkan tongkat besi," ujar Wiwin.

Tim Gabungan Polsek Balikpapan Utara dan Polres Balikpapan berhasil mengamankan kedua pelaku kurang dari 24 jam pasca kejadian. Terkuaklah motif pelaku yakni balas dendam. Korban diketahui mengalami luka berat di bagian kepala dan badan, usai dipukul berkali-kali menggunakan besi. "Korban dan pelaku saling mengenal. Sama-sama tuna rungu dan wicara," tuturnya. Untuk proses pemeriksaan ke depan, kedua pelaku bakal didampingi ahli bahasa.(*)

Penulis: Aris Joni
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved