Pasca Lebaran Stok Blanko E-KTP di Bontang Ludes, Disdukcapil Sudah Terbitkan Ratusan Suket

Kabid Dafduk M Karnadi menerangkan layanan pengurusan e-KTP rata-rata dalam satu hari kerja sebanyak 60-70 pengurusan

Pasca Lebaran Stok Blanko E-KTP di Bontang Ludes, Disdukcapil Sudah Terbitkan Ratusan Suket
Tribunkaltim.co, Ichwal Setiawan
Kabid Dafduk M Karnadi menerangkan layanan pengurusan e-KTP rata-rata dalam satu hari kerja sebanyak 60-70 pengurusan 

TRIBUNKALTIM.CO,  BONTANG - Pasca libur lebaran Dinas Pendudukam dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bontang mengalami kekosongan blanko KTP Elektronik. Kekosongan ini baru-baru terjadi sejak, Rabu (12/6) kemarin.

Akibatnya, 118 pengurus KTP el ini harus menerima Surat Keterangan (Suket) sementara hingga blanko e-KTP didistribusikan dari kementerian.

“Sudah mulai kosong dari kemarin, tapi kita sudah bersurat ke kementerian segera mengirimkan blanko,” ujar Kadis Disdukcapil Yulianti Nur didampingi Kabid Dafduk M Karnadi saat ditemui tribunkaltim di ruangan kerjanya, Kamis (13/6/2019).

Kadis Disdukcapil Yulianti Nur mengatakan kekosongan ini sebenarnya sudah diantisipasi sejak jauh-jauh hari.

Pihaknya telah bersurat sebelum stok blanko kosong, hanya saja pendistribusian dari pusat ke daerah memang memakan waktu.

Kadis Disdukcapil Yulianti Nur mengaku belum mengetahui secara pasti jadwal pendistribusian blanko dari pusat. Untuk sementara ini layanan penerbitan e-KTP tetap dibuka kendati hanya menggunakan Suket saja.

“Kan sudah bisa digunakan untuk segala pengurusan, dan masa berlakunya 6 bulan,” ujar Kadis Disdukcapil Yulianti Nur.

Sementara itu, Kabid Dafduk M Karnadi menambahkan tren peningkatan jumlah penduduk pasca libur lebaran belum terlihat di Kota Bontang. Layanan pengurusan identitas kependudukan masih berjalan seperti hari-hari biasanya.

“Belum ada lonjakan signifikan sih, masih tetap-tetap saja jumlahnya,” ujar Kabid Dafduk M Karnadi.

Lebih lanjut, Kabid Dafduk M Karnadi menerangkan layanan pengurusan e-KTP rata-rata dalam satu hari kerja sebanyak 60-70 pengurusan. Tren ini masih bertahan sampai hari ini.

Halaman
12
Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved