Pilpres 2019

Siap-siap! Medsos Akan Kembali Dibatasi Jika Sidang Gugatan Pilpres 2019 di MK Buat Situasi Memanas

Sidang MK gugatan Pilpres 2019 dimulai Jumat (14/6/2019), apakah Kominfo akan kembali batasi WhatsApp, Instagram, dan Facebook?

Siap-siap! Medsos Akan Kembali Dibatasi Jika Sidang Gugatan Pilpres 2019 di MK Buat Situasi Memanas
BBC
WhatsApp dan Facebook Terganggu, Aplikasi Alternatif Ini bisa Jadi Pengganti Sementara 

"Saldonya sampai habis," ucapnya.

Lantas, apa saja sih efek negatif dari penggunaan VPN?

Baca juga :

Server VPN Bisa Membongkar Kebiasaaan Pengguna, Ada 2 Kerugian yang Dialami, Berikut Ini

Kemkominfo RI Berkoordinasi dengan Penyedia Aplikasi tuk Batasi Penggunaan Aplikasi VPN di Indonesia

Simak ulasannya di bawah ini:

1. Iklan Tertarget

Mengutip dari Kompas.com, analis media sosial, Ismail Fahmi menjelaskan, akibat yang paling sering terjadi ketika server VPN tahu kebiasaan pengguna adalah jejak iklan sang pengguna.

Jejak tersebut bisa dijadikan iklan yang lebih sesuai target.

Ismail mencontohkan, jika pengguna terus mengakses sejumlah situs yang berbeda, hal ini membuat server VPN mengenali kesukaan serta kebiasaan pengguna yang kemudian dimanfaatkan situsnya sebagai iklan.

2. Virus atau malware

Ismail menambahkan, akses VPN juga bisa membuat gadget penggunanya terkena virus malware yang dijangkit melalui situs tertentu.

"Kadang-kadang dia bisa juga membelokkan ke halaman A, tapi sama server VPN-nya dibelokkan ke halaman B dulu."

"Nah kalau di halaman B itu ada yang kita klik dan halaman itu sudah dikasih virus trojan itu akan terinstal di ponsel kita," ujar Ismail Fahmi.

Menularnya trojan ini juga menjadi dampak buruk bagi pemilik ponsel.

Menurut Ismail, adanya trojan dalam ponsel bisa dikendalikan oleh si pembuat virus.

Pembuat virus bisa leluasa merekam apa pun yang kita ketik, termasuk kode password.

3. Pencurian Data

Mengutip dari Tribuntechno, penggunaan layanan VPN untuk menembus pembatasan akses pemerintah berpotensi terjadi pencurian data pengguna.

Risiko tersebut akan bertambah besar bila menggunakan VPN yang tidak dipercaya.

Data yang dicuri bisa meliputi nama pengguna, alamat, username, password, dan data penting lainnya.

Penjualan data tersebut salah satunya akan digunakan untuk menaruh iklan di ponsel atau komputer pengguna.

4. Kebocoran Alamat IP

VPN merupakan sebuah 'terowongan rahasia' yang digunakan untuk sampai ke tujuan, yaitu internet.

Namun, sejumlah layanan VPN memiliki jalur rahasia yang mempunyai banyak lubang.

Lubang tersebut memperbesar kemungkinan untuk pencurian data hingga kebocoran alamat IP.

Kebocoran alamat IP bisa saja digunakan oleh orang tak bertanggung jawab untuk meretas dan mencuri data si pengguna VPN.

5. Risiko Serangan Man in The Middle

Beberapa layanan VPN dapat berpotensi melancarkan serangan Man in the Middle.

Man in the Middle adalah serangan terhadap sebuah sistem perangkat yang salah berkomunikasi satu dengan yang lainnya.

Sementara sang penyerang berada di tengah jalur komunikasi tersebut untuk membaca, membajak, dan mencuri data bahkan hingga menyisipkan malware. (Tribunstyle/ Irsan Yamananda)

Subscribe official YouTube Channel

Baca juga:

TERPOPULER - Sosok Barbie Kumalasari yang Mengaku Bisa Berhubungan Suami Istri 8 Kali Sehari

Kembali Berjualan, Pedagang Rujak Cingur yang Viral Beberkan Perjalanan Panjang Usahanya

Kode Booking Terbukti Bodong; Ratusan Calon Penumpang Akhirnya Gagal Terbang

8 Fakta Penganiayaan Sadis di Jalanan Balikpapan, Sama-sama Tuna Rungu hingga Tak Peduli Ada Warga

Detik-detik Insiden Kapal Karam di Sungai Mahakam, Penumpang Tercebur hingga Mobil Hanyut

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Sidang MK Gugatan Pilpres 2019 Dimulai Jumat (14/6), Apakah Kominfo Akan KembalI Batasi Medsos?

Editor: Doan Pardede
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved