Pemilu 2019

VIRAL Caleg Bongkar Makam Sebab Beda Pilihan Politik, Istrinya Sebut Bukan 4 tapi Satu Makam Saja

Sang istri caleg Partai Gerindra Burhanuddin Talli, mengaku, hanya memerintahkan pemindahan satu makam saja.

VIRAL Caleg Bongkar Makam Sebab Beda Pilihan Politik, Istrinya Sebut Bukan 4 tapi Satu Makam Saja
GRAFIS/TRIBUNKALTIM
14 Parpol Peserta Pemilu 2019. Ada kisah viral di media sosial, istri caleg Partai Gerindra memerintahkan pemindahan satu makam dalam kasus pembongkaran makam karena beda pilihan politik di Pemilu 2019. 

TRIBUNKALTIM.CO -  Sedang viral ada caleg peserta Pemilu 2019, yang memberikan instruksikan pembongkaran makam seseorang tertentu. Di media sosial ramai makam yang dibongkar jumlahnya ada empat. 

Pembongkaran makam ini pun masih ada kaitannya dengan saudara karena ada beda pilihan politik di Pemilu 2019, maka diambil tindakan pembongkaran makam

Namun hal ini pun kemudian dijelaskan oleh pihak istri sang caleg, Pemilu 2019, kejadian yang sebenarnya sudah terjadi dan sudah viral di media sosial.

Mariama Daeng Ngiji,caleg Partai Gerindra Burhanuddin Talli, mengaku, hanya memerintahkan pemindahan satu makam dalam kasus pembongkaran makam karena beda pilihan politik.

Sebelumnya, warga menyebut ada empat makam yang harus dibongkar karena kasus ini.

Mariama mengaku, makam yang diminta untuk dipindahkan yakni makam Nurhayati Daeng Lebong, yang merupakan istri Abdul Rauf Daeng Ngampa.

"Itu lahan kan milik saya dan dijadikan pemakaman keluarga, dan saya cuma perintahkan pindahkan satu makam saja, bukan empat," kata Mariama, saat ditemui Kompas.com, dikediamannya di Jalur Trans Sulawesi, Jalan Poros Pattalassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Kamis (13/6/2019).

Tiga makam lainnya, yakni makam Mallarangang Daeng Ngopa dan Labaso Daeng Tunru serta Sugi Daeng Ngiji, tidak diperintahkan untuk dipindahkan dengan alasan masih kerabat dekat.

Bendera partai politik peserta Pemilu 2019.
Bendera partai politik peserta Pemilu 2019. (TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN)

Dia menyebut, motifnya memerintahkan pemindahan makam bukan karena beda pilihan politik, tetapi karena masalah pemasangan baliho caleg lain di depan rumah Abdul Rauf Daeng Ngampa.

Pihaknya mengaku selama ini kerap membantu Abdul Rauf Daeng Ngampa, namun belakangan muncul baliho caleg lain.

Halaman
123
Editor: Budi Susilo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved