2 Ribu Buku SMPN 2 Bontang Rusak Terendam Banjir, Aktivitas Belajar Mengajar Terancam Terganggu

Aktivitas belajar mengajar ratusan pelajar SMP Negeri 2 Bontang Selatan berpotensi terganggu,menyusul 2.200 buku pegangan pelajar rusak akibat banjir

2 Ribu Buku  SMPN 2 Bontang Rusak Terendam Banjir, Aktivitas Belajar Mengajar Terancam Terganggu
TribunKaltim.CO/HO/ SMPN 2 Bontang
RUSAK TERENDAM — Tumpukan buku ajar murid di SMP Negeri 2 Bontang rusak terendam banjir. Musibah banjir beberapa waktu lalu juga merendam sejumlah peralatan elektronik sekolah 

TRIBUNKALTIM.CO ,BONTANG — Aktivitas belajar mengajar ratusan pelajar SMP Negeri 2 Bontang Selatan berpotensi terganggu.

Hal ini menyusul 2.200 buku pegangan pelajar rusak terendam banjir beberapa waktu lalu.

Banjir yang terjadi pada H-1 Idul Fitri kemarin merendam sekolah hingga 1 meter. Buku-buku pelajaran para siswa ikut terendam, beserta sejumlah komputer sekolah.

Akibat bencana banjir kemarin, SMP Negeri 2 mengalami kerugian sekitar ratusan juta rupiah.

Wakil Kepala Sekolah SMPN 2 Bontang, Jumadi mengatakan,  banjir beberapa waktu lalu cukup parah. Saban curah hujan tinggi, banjir belum pernah merendam sekolah.

RUSAK TERENDAM — Tumpukan buku ajar murid di SMP Negeri 2 Bontang rusak terendam banjir. Musibah banjir beberapa waktu lalu juga merendam sejumlah peralatan elektronik sekolah
RUSAK TERENDAM — Tumpukan buku ajar murid di SMP Negeri 2 Bontang rusak terendam banjir. Musibah banjir beberapa waktu lalu juga merendam sejumlah peralatan elektronik sekolah (TribunKaltim.CO/HO/SMPN 2 Bontang)

Namun kali ini, air masuk cukup tinggi hingga ke dalam ruangan penyimpanan buku. Padahal buku pelajaran  siswa ini sudah disimpan di atas rak, hanya banjir cukup tinggi sehingga menjangkau buku yang disimpan.

“Sekarang masih libur, tapi kita tunggu tindaklanjut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang mereka bakal mengganti,” ujar Jumadi kepada wartawan saat ditemui di ruangan kerjanya, Jumat (14/6/2019).

Ia menjelaskan,  buku yang rusak cukup penting bagi pelajar dan guru. Sebab, seluruh mata pelajaran  bersumber dari buku ini. Para murid pun mengerjakan soal-soal melalui buku tersebut.

Rata-rata harga satu eksemplar buku ini senilai Rp 40 ribu, jika ditotal kerusakan buku maka kerugian akibat banjir senilai Rp 88 juta.

Kerusakan tak hanya untuk buku saja karena  4 unit CPU komputer sekolah ikut terendam kala banjir terjadi.

Halaman
12
Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved