20 Kampung di Mahakam Hulu Terendam Banjir Setinggi 2 Meter, Air Belum Surut

“Sampai saat ini ketinggian air masih mencapai 1,5 meter hingga 2 meter, dan kodisi saat ini air masih bertahan (tidak naik dan tidak surut),”

20 Kampung di Mahakam Hulu Terendam Banjir Setinggi 2 Meter, Air Belum Surut
Tribunkaltim.co, Febriawan
Kondisi ibu Kota Mahulu, Ujoh Bilang, Jumat (14/6/2019. Masih terendam banjir setinggi 2 meter akibat meluapnya Sungai Mahakam. 

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Tercatat ratusan rumah warga di 20 kampung yang tinggal di bantaran sungai Mahakam di Kabupaten Mahulu, Jumat 14/6/2019 masih terendam banjir setinggi 2 meter (M), akibat meluapnya debit air sungai Mahakam.

Kondisi ibu Kota Mahulu, Ujoh Bilang, Jumat 14/6/2019.Masih terendam banjir setinggi 2 meter akibat meluapnya Sungai Mahakam.
Kondisi ibu Kota Mahulu, Ujoh Bilang, Jumat 14/6/2019.Masih terendam banjir setinggi 2 meter akibat meluapnya Sungai Mahakam. (Tribunkaltim.co, Febriawan)

Hal tersebut mengharuskan warga mengungsi ke tempat keluarga dan menginap di posko bencana yang di dirikan oleh Dinas Sosial setempat.

Dan sebagian warga lainnya, juga memilik bertahan untuk menjaga barang dengan membuat panggung di dalam rumah dan tinggal di lantai dua rumah,

Kondisi ibu Kota Mahulu, Ujoh Bilang, Jumat 14/6/2019.Masih terendam banjir setinggi 2 meter akibat meluapnya Sungai Mahakam.
Kondisi ibu Kota Mahulu, Ujoh Bilang, Jumat 14/6/2019.Masih terendam banjir setinggi 2 meter akibat meluapnya Sungai Mahakam. (Tribunkaltim.co, Febriawan)

Selain merendam pemukiman warga, air juga merendam lahan pertanian dan peternakan milik warga.

“Sampai saat ini ketinggian air masih mencapai 1,5 meter hingga 2 meter, dan kodisi saat ini air masih bertahan (tidak naik dan tidak surut),” tegas Kepala Seksi (Kasi) Penanggulangan Bencana, Pengembangan Kerjasama kemitraan dan Kelembagaan, Dinas Sosial Mahulu, Papilus Panyu. saat dikonfimasi pukul 16.00 sore tadi.

Papilus Panyu menegaskan bajir tersebut merata terjadi di seluruh wilayah Mahulu. Berdasarkan data sementara ada ratusan rumah warga di 20-an kampung di lima kecamatan khususnya di bantaran sungai Mahakam yang terendam banjir.

“Merata baik daerah bagian hulu dan bagian hilir, banjir ini di akibatkan meluapnya air sungai Mahakam, akibat curah hujan yang tinggil menguyur seluruh wilayah Mahulu selama sepekan ini,” jelas Papilus Panyu.

Kondisi ibu Kota Mahulu, Ujoh Bilang, Jumat 14/6/2019.Masih terendam banjir setinggi 2 meter akibat meluapnya Sungai Mahakam.
Kondisi ibu Kota Mahulu, Ujoh Bilang, Jumat 14/6/2019.Masih terendam banjir setinggi 2 meter akibat meluapnya Sungai Mahakam. (Tribunkaltim.co, Febriawan)

Upaya yang dilakukan Pemkab setempat ialah mendirikan posko pengungsian. Dan Ia akui bahwasnya para korban banjir lebih cenderung memilih mengungsi ke tempat keluarganya dari pada tinggal di posko pengungsian yang telah disiapkan.

“Hanya sebagian saja yang tinggal di posko,” kata Papilus Panyu.

Kondisi ibu Kota Mahulu, Ujoh Bilang, Jumat 14/6/2019.Masih terendam banjir setinggi 2 meter akibat meluapnya Sungai Mahakam.
Kondisi ibu Kota Mahulu, Ujoh Bilang, Jumat 14/6/2019.Masih terendam banjir setinggi 2 meter akibat meluapnya Sungai Mahakam. (Tribunkaltim.co, Febriawan)

Warga juga lebih memilih bertahan di rumahnya dengan membangun panggung di dalam rumah dan tinggal di lantai dua rumahnya. “Hampir rata–rata semua rumah warga di Mahulu memiliki lantai dua,” ungkap Papilus Panyu.

Halaman
12
Penulis: Febriawan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved