Banjir di Samarinda

Dituding Jadi Penyebab Banjir Samarinda, REI Kaltim: Kami Selalu Perhatikan AMDAL dan Kantongi Izin

Kondisi terkini banjir di Kota Samarinda. REI Kaltim enggan dijadikan kambing hitam atas peristiwa banjir tersebut.

Dituding Jadi Penyebab Banjir Samarinda, REI Kaltim: Kami Selalu Perhatikan AMDAL dan Kantongi Izin
TRIBUN KALTIM / FACHMI RAHMAN
BANJIR - Kawasan Bengkuring, Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara jadi salah satu lokasi terlama dan terparah yang tergenang banjir. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Meski sudah 5 hari berlalu, genangan air atau banjir di Kota Samarinda masih terlihat.

Beberapa titik hingga kini, Jumat (14/6/2019), banjir masih terpantau seperti di Simpang Mall Lembuswana, Jalan Hasan Basri dan Dr Soetomo, Jalan A Yani, Jalan PM Noor, Perumahan Griya Mukti, dan Bengkuring.

Genangan air atau banjir di Kota Samarinda tersebut muncul akibat hujan yang mengguyur Kota Tepian julukan Kota Samarinda, sejak Sabtu (8/6) malam hingga Minggu (9/6) pagi.

Genangan air atau banjir tersebut disinyalir lantaran adanya peningkatan debit air di Hulu Sungai Mahakam akibat hujan dan mengalir ke Hilir Sungai Mahakam yang melewati Kota Samarinda.

Serta hujan yang juga mengguyur kawasan Samarinda Utara.

Seperti yang dikatakan oleh Sekretaris Kota Samarinda, Sugeng Chairuddin beberapa waktu lalu.

Selain hal tersebut, Sugeng juga mengatakan persoalan pemicu banjir lainnya adalah laju pembukaan lahan di Kota Samarinda yang kian hari kian masif, baik perumahan, kavling maupun tambang batubara.

“Tambang itu pemicu saja.

Yang bahaya itu kavlingan dan perumahan lho.

Perumahan dan kavlingan itu harusnya airnya tidak boleh ke parit.

Halaman
1234
Penulis: Aditya Rahman Hafidz
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved