Meski Banjir Mulai Surut, Posko Tanggap Darurat Tetap Dibutuhkan, Antisipasi Penyakit Usai Banjir

Kendati debit air yang menggenangi beberapa titik di Samarinda, berangsur-angsur menurun. Tapi Posko tanggap darurat akan tetap dibutuhkan warga

Meski Banjir Mulai Surut, Posko Tanggap Darurat Tetap Dibutuhkan, Antisipasi Penyakit Usai Banjir
Tribunkaltim.co, Cahyo Wicaksono
Sekretaris Kota Samarinda Sugeng Chairudin, sedang memantau┬áposko tanggap darurat di beberapa titik, Jumat (14/6/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO,  SAMARINDA - Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Kesehatan menyebar posko tanggap darurat, yang menyediakan petugas kesehatan, untuk penanganan korban banjir yang telah berlangsung sejak pekan lalu.

Korban terdampak banjir terjangkit beberapa penyakit seperti ispa dan penyakit kulit, Dinas Kesehatan Kota Samarinda dibantu Palang Merah Indonesia (PMI) Samarinda dan beberapa ormas lain membangun beberapa posko tanggap darurat di lokasi terdampak banjir.

Di antaranya posko yang dibangun pertama terletak di lingkungan wilayah Puskesmas Bengkuring, seperti Posko Masjid Al-Muhajirin, Masjid Fastabiqul Khairat, Jalan Bayam dan Jalan Pipit. Selanjutnya posko di bawah wilayah Puskesmas Remaja, meliputi Perum Griya Mukti.

Disusul posko kesehatan di Kelurahan Temindung Permai yang dibantu langsung oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Samarinda, dan Posko Klinik Ramlah Parjib.

Stok beras yang masih tersisa di Posko Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Pasar Jamaker, Liem Hie Djung.
Ilustrasi;  Stok beras yang masih tersisa di Posko Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Pasar Jamaker, Liem Hie Djung. (TRIBUN KALTIM/NIKO RURU)

Selanjutnya Posko yang meliputi Puskesmas Sempaja berada  di Perum Pondok Surya Indah, dan Posko yang meliputi Puskesmas Segiri adalah Posko Dr Soetomo dan Posko Gedung PKK.

Menurut Sekretaris Kota Samarinda Sugeng Chairudin, Posko tanggap darurat yang terdapat beberapa dokter yang bekerja 2 Shif, pagi sampai siang, dan sisanya akan dilanjut sampai Pukul 17.00 wita itu, akan aktif hingga 7 hari kedepan.

“Posko tanggap darurat akan tersedia hingga 7 hari kedepan," ungkap Sekretaris Kota Samarinda Sugeng Chairudin, Jumat (14/6/2019).

Kendati debit air yang menggenangi beberapa titik di Samarinda, berangsur-angsur menurun. Tapi Posko tanggap darurat dikatakan oleh Sugeng, akan tetap dibutuhkan warga, yang kemungkinan besar terserang penyakit.

"Kebutuhan medis dan obat-obatan pastinya masih diperlukan masyarakat korban terdampak banjir. Karena pasca banjir, pasti masih ada warga yang membutuhkan perawatan medis," jelas Sekretaris Kota Samarinda Sugeng Chairudin.

Baca Juga;

Halaman
12
Penulis: Cahyo Wicaksono Putro
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved