Paparkan 5 Point Analisa Penyebab Banjir Samarinda, Dandim 0901/Samarinda Sebut SKM Harus dikeruk

Dandim mengungkapkan, kawasan yang terendam banjir merupakan daerah dataran rendah, dan perlintasan Sungai Karang Mumus (SKM).

Paparkan 5 Point Analisa Penyebab Banjir Samarinda, Dandim 0901/Samarinda Sebut SKM Harus dikeruk
TribunKaltim.Co/Christoper Desmawangga
BANJIR - Dandim 0901/Samarinda, Letkol Inf M Bahrodin memaparkan situasi banjir di Samarinda yang dihadiri seluruh pihak terkait, termasuk Pangdam VI/Mumawarman, Mayjen TNI Subiyanto dan Kapolda Kaltim, Irjen Pol Priyo Widyanto di Posko Induk tanggap darurat, gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) - KUMKM, Provinsi Kaltim, Jalan DI Panjaitan, Jumat (14/6/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO ,SAMARINDA -Banjir yang melanda Kota Samarinda hingga, Jumat (14/6) hari ini belum juga mengering di sejumlah titik.

Dandim 0901/Samarinda, Letkol Inf M Bahrodin, sekaligus bertindak sebagai Dan Satgas Tanggap Darurat Banjir mengungkapkan kondisi situasi terkini Kota Samarinda.

Dalam paparannya yang juga disaksikan seluruh pihak terkait, termasuk Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Subiyanto dan Kapolda Kaltim, Irjen Pol Priyo Widyanto.

Dandim mengungkapkan, kawasan yang terendam banjir merupakan daerah dataran rendah, dan perlintasan Sungai Karang Mumus (SKM).

Pihaknya mencatat, banjir mulai terjadi sejak, Minggu (9/6) lalu, diakibatkan karena hujan deras, sehingga menyebabkan debit air di Bendungan Benangan meningkat, yang berdampak terhadap meluapnya air di SKM hingga ke permukiman warga.

Namun demikian, setiap harinya terjadi penurunan air di hampir semua wilayah  yang tergenang banjir, termasuk beberapa wilayah terparah banjir, seperti di Bengkuring dan Gunung Lingai.

"Beberapa titik yang awalnya tidak bisa dilalui kendaraan, sekarang sudah mulai bisa, seperti di Temindung Permai. Terjadi penurunan air di semua wilayah," ucap Dandim, Jumat (14/6/2019).

Dalam penanganan banjir, pihaknya dibantu semua pihak, mulai dari instansi/lembaga terkait, Kepolisian, relawan, mahasiswa, rumah sakit, dan unsur lainnya yang terlibat.

Diawal banjir, pihaknya kerap melakukan evakuasi   warga guna dapat keluar dari rumahnya, dan hingga saat ini distribusi makanan,

serta logistik masih tetap dilakukan dengan menggunakan perahu, maupun kendaraan yang tinggi.

Halaman
123
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: samir paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved