Saksi Tunjukkan Bekas Luka Perbuatan Marco ke Polisi, 2 Pembunuh Inap di Polsek Balikpapan Utara

Dari hasil keterangan saksi-saksi yang diperiksa menunjukkan Marco melakukan pemalakkan ke beberapa rekannya sesama tuna rungu

Saksi Tunjukkan Bekas Luka Perbuatan Marco ke Polisi, 2 Pembunuh Inap di Polsek Balikpapan Utara
TRIBUN KALTIM/ FACHRI RAMADHANI
Petugas Polsek Balikpapan Utara melakukan pemeriksaan terhadap tersangka pembunuhan Marco Fernando Mancini, Jumat (14/6/2019). Tampak tersangka didampingi ahli bahasa khusus tuna rungu Balikpapan. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Perbedaan kesaksian antara pelaku dan orang tua korban ditanggapi penyidik kepolisian.

Dari hasil keterangan saksi-saksi yang diperiksa menunjukkan korban melakukan pemalakkan ke beberapa rekannya sesama tuna rungu.

"Korban dan pelaku ini sama-sama komunitas tuna rungu. Nah, di sana dia (korban) memang punya power. Rekan-rekannya acap kali diminta uang," kata Kapolsek Balikpapan Utara Kompol Supartono Sudin SH MH, Jumat (14/6/2019).

Nah, kedua pelaku, RM dan SN yang berprofesi sebagai tukang parkir di Lapangan Foni Balikpapan Barat, mengaku memang sering dipalak.

Bukan kali pertama mereka dibajak korban. Puncaknya pada Selasa (4/6/2019), malam takbiran itu pelaku tak tahan dengan perilaku korban.

Kala itu mereka kembali dimintai uang oleh korban, lebih dari Rp500 ribu. Bahkan kalau tak memberi diancam bakal dipukul, bahkan ditikam.

Bukannya memberi korban uang, RM dan SN malah 'membeli' tantangan korban. Pelaku kena pukul. Tak terima mereka cabut sajam, lalu mengejar korban yang saat itu langsung lari.

"Tak didapat malam itu. Nah, dendam itu dari sana. Sampai akhirnya mereka rencanakan pembunuhan pada Rabu (12/6/2019). Dan berhasil," ungkapnya.

Kata Supartono, memang korban dikenal baik di kalangan rekannya sesama anak motor dan tempat kerjanya di Unilever KM5 Balikpapan Utara. Namun, berbeda sikapnya dengan rekan komunitas tuna rungu.

"Ada belasan anak tuna rungu yang satu komunitas dengan korban dan pelaku dari kemarin datang ke Polsek. Nah, pada saat pelaku keluar mereka malah kasih jempol," bebernya.

Belakangan diketahui, di antara mereka juga ada yang jadi korban palak Marco. Bahkan di antara mereka ada yang menunjukkan bekas luka yang diperbuat Marco.

Kedua pelaku saat ini menginap di sel Mapolsek Balikpapan Utara. Penyidik Polsek Balikpapan Utara masih melakukan pemeriksaan intensif kepada mereka, dengan didampingi ahli bahasa khusus penyandang tuna rungu.

Saling Bantah

Diberitakan sebelumnya, kedua pelaku kejahatan yang menghabisi nyawa Marco Fernando Mancini (31) membantah kesaksian ayah korban.

Tersangka SN (30) dan RM (37) menolak dikatakan telah memalak korban. Justru korbanlah yang lebih dulu memalak mereka, namun tak dipenuhi.

"Korban meminta uang kepada pelaku. Itu pengakuan para pelaku saat diinterogasi. Kronologis berawal dari tanggal 4 sebelum malam takbiran," kata Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra melalui Kasat Reskrim AKP Makhfud Hidayat, Kamis (13/6/2019).

Baru terjadi cekcok adu fisik, yang berujung pada dendam. Lantaran pelaku tak memberikan uang kepada korban kala itu.

"Pelaku RM sempat mengejar tapi tak dapat. Dicari nggak ketemu. Ngga  selesai, RM menunggu waktu dan teman buat balas dendam. Ada jeda waktu beberapa hari," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved