Pilpres 2019

Sidang Lanjutan Sengketa Pilpres 2019 Diundur, Dikhawatirkan Bakal Rugikan Semua Pihak

Hakim Mahkamah Konstitusi, dikatakan Bivitri, memiliki wewenang apakah akan memperpanjang masa sidang atau tidak.

Sidang Lanjutan Sengketa Pilpres 2019 Diundur, Dikhawatirkan Bakal Rugikan Semua Pihak
YouTube Mahkamah Konstitusi RI
Mahkamah Konstitusi. Hakim Mahkamah Konstitusi, dikatakan Bivitri, memiliki wewenang apakah akan memperpanjang masa sidang atau tidak. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Tersiar kabar sidang soal hasil Pilpres 2019, informasinya akan ditunda Mahkamah Konstitusi

Ahli hukum tata negara, Bivitri Susanti menanggapi soal keputusan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pengunduran jadwal sidang lanjutan perselisihan hasil pemilu (PHPU) Pilpres 2019.

Pengunduran tersebut, dikatakan Bivitri, merupakan keputusan yang di luar ekspektasi.

Hakim Mahkamah Konstitusi, dikatakan Bivitri, memiliki wewenang apakah akan memperpanjang masa sidang atau tidak dengan adanya pengunduran jadwal tersebut.

"Kalau tidak ada perpanjangan masa sidang, artinya sidang pemeriksaan hanya empat hari. Kalau hanya empat hari itu gila loh untuk membuktikan 200an dalil yang harus dibuktikan. Yang dirugikan semua pihak karena MK harus memberikan waktu ke pemohon, termohon, dan terkait," paparnya.

Ditambah, untuk membuktikan per dalil, pemohon juga dibutuhkan saksi dan alat bukti yang sah, seperti surat-surat.

"Kecuali kalau memang hakim memutuskan sidang perkaranya ditunda juga sampai Senin, berarti yang akan dikorbankan adalah masa waktu rapat para hakim untuk mengambil keputusan," tutur Bivitri.

Baca: Rangkuman Hasil Sidang MK Sengketa Pilpres 2019, Tuduhan Tim Prabowo, Sikap KPU, hingga Tim Jokowi

Baca: Kisah inspirasional: Ilmuwan dari desa miskin yang wujudkan cita-cita India mencapai Bulan dan planet Mars

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman, menetapkan jadwal sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) untuk pemilihan presiden (pilpres) 2019.

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved