Sisir Sungai Karang Mumus,Sekkot Sugeng Khairudin Temukan Beberapa Penyebab Banjir, Ada Eceng Gondok

"Kami menyisiri sungai, untuk mencari tahu, apa penyebabnya sungai tidak dapat menampung air lebih banyak lagi"

Sisir Sungai Karang Mumus,Sekkot Sugeng Khairudin Temukan Beberapa Penyebab Banjir, Ada Eceng Gondok
TRIBUNKALTIM.CO/CAHYO WUCAKSONO PUTRO
Sugeng Khairudin Sekretaris Kota Samarinda menyisir sungai Karang Mumus, guna mencari penyebab berkurangnya daya tampung sungai, hingga menyebabkan meluapnya air, dengan menggunakan perahu karet. Jumat (14/6/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO,  SAMARINDA - Pemkot Samarinda menelusuri jalur sungai yang diduga sebagai pemicu banjir yang melanda kota Samarinda. Juga untuk mengetahui penyebab berkurangnya daya tampung sungai.

Sugeng Khairudin Sekretaris Kota Samarinda mengatakan, telah menyisiri sungai Karang Mumus, guna mecari penyebab berkurangnya daya tampung sungai, hingga menyebabkan air meluap. Tim Pemkot Samarinda ini menggunakan perahu karet.

"Kami menyisiri sungai, untuk mencari tahu, apa penyebabnya sungai tidak dapat menampung air lebih banyak lagi, padahal tahun-tahun sebelumnya banjir yang melanda Samarinda tidak separah ini," ungkap Sugeng Khairudin Sekretaris Kota Samarinda, Jumat (14/6/2019).

Sugeng Khairudin Sekretaris Kota Samarinda mengungkapkan, dari penyisiran pertama yang dimulai dari Sungai yang berada di Jalan Sempaja hingga ke Jalan Gelatik, dia melihat banyak tumpukan tumbuhan Eceng Gondok yang memenuhi aliran sungai.

"Dari penyisiran pertama, kami melihat tumbuhan liar eceng gondok, memenuhi aliran sungai sepanjang penyisiran pertama," terang Sugeng Khairudin Sekretaris Kota Samarinda.

Selain tumbuhan liar, dia juga mengaku melihat bangunan liar, baik yang masih berfungsi maupun bangunan yang tidak lagi berpenghuni, banyak memakan luas sungai.

BANJIR - Wakapolresta Samarinda, AKBP Dedi Agustono, bersama Kapolsek KP, AKP Aldi Alfa Faroqi dan personel Kepolisian lainnya melakulan penyisiran di sungai Karang Mumus dan sejumlah lokasi banjir di Jalan S Parman, serta Jalan A Yani, Rabu (12/6/2019)
BANJIR - Wakapolresta Samarinda, AKBP Dedi Agustono, bersama Kapolsek KP, AKP Aldi Alfa Faroqi dan personel Kepolisian lainnya melakulan penyisiran di sungai Karang Mumus dan sejumlah lokasi banjir di Jalan S Parman, serta Jalan A Yani, Rabu (12/6/2019) (TribunKaltim.Co/HO/Polsek KP Samarinda)

"Banyak bangunan liar juga yang semakin menyempit disepanjang sungai. Dari yang masih dihuni maupun yang tidak, kondisinya mempersempit luas sungai. Maka dari itu, luas sungai dan daya tampung air berkurang," jelas Sugeng Khairudin Sekretaris Kota Samarinda.

Untuk penanganan banjir di kota Samarinda, Sugeng Khairudin Sekretaris Kota Samarinda menerangkan, akan menindaklanjuti kondisi tersebut.

Dengan melakukan rapat koordinasi dengan beberapa pihak, demi mengembalikan kondisi sungai seperti asalnya, secara bertahap.

“Nanti kita koordinasikan dulu bersama beberapa pihak yang berkompeten diranahnya, dan kita rapatkan senin nanti bersama Pemprov Kaltim,” kata Sugeng Khairudin Sekretaris Kota Samarinda.

Halaman
12
Penulis: Cahyo Wicaksono Putro
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved