Tanggap Darurat Untuk Korban Banjir, Akan Aktif Hingga 7 Hari Kedepan

Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Kesehatan menyebar posko tanggap darurat, yang menyediakan petugas kesehatan

Tanggap Darurat Untuk Korban Banjir, Akan Aktif Hingga 7 Hari Kedepan
TribunKaltim.CO/Cahyo Wicaksono Putro
Sekretaris Daerah Sugeng Chairudin, sedang memantau Posko tanggap darurat di beberapa titik, Jumat (14/6/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO ,SAMARINDA - Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Kesehatan menyebar posko tanggap darurat, yang menyediakan petugas kesehatan, untuk penanganan korban banjir yang telah berlangsung sejak pekan lalu.

Korban terdampak banjir terjangkit beberapa penyakit seperti ispa dan penyakit kulit. Dinas Kesehatan Kota Samarinda dibantu Palang Merah Indonesia (PMI) Samarinda dan beberapa ormas lain membangun beberapa posko tanggap darurat di lokasi terdampak banjir.

Diantaranya posko yang dibangun pertama terletak di lingkungan wilayah Puskesmas Bengkuring, seperti Posko Masjid Al-Muhajirin, Masjid Fastabiqul Khairat, Jl Bayam dan Jl Pipit. Selanjutnya posko dibawah wilayah Puskesmas Remaja, meliputi Perum Griya Mukti.

Disusul posko kesehatan di Kelurahan Temindung Permai yang dibantu langsung oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Samarinda, dan Posko Klinik Ramlah Parjib.

Selanjutnya Posko yang meliputi Puskesmas Sempaja berada  di Perum Pondok Surya Indah, dan Posko yang meliputi Puskesmas Segiri adalah Posko Dr Soetomo dan Posko Gedung PKK.

Menurut Sekretaris Daerah Sugeng Chairudin, posko tanggap darurat yang terdapat beberapa dokter yang bekerja 2 shift, pagi sampai siang, dan sisanya akan dilanjut sampai pukul 17.00 Wita itu dan  akan aktif hingga 7 hari ke depan.

“Posko tanggap darurat akan tersedia hingga 7 hari ke depan," ungkap Sekda, Sugeng Chairudin, Jumat (14/6/2019).

Kendati debit air yang menggenangi beberapa titik di Samarinda, berangsur-angsur menurun. Tapi posko tanggap darurat dikatakan  Sugeng, akan tetap dibutuhkan warga, yang kemungkinan besar terserang penyakit.

"Kebutuhan medis dan obat-obatan pastinya masih diperlukan masyarakat korban terdampak banjir. Karena pasca banjir, pasti masih ada warga yang membutuhkan perawatan medis," jelasnya.

Ia mengatakan, belum 100 persen banjir surut, maka apabila hingga 7 hari ke depan banjir belum juga surut, pihaknya akan kembali memikirkan, apakah dilakukan perpanjangan  posko tanggap darurat atau dihentikan.

Halaman
12
Penulis: Cahyo Wicaksono Putro
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved