2 Satwa Beruang Madu Masuk Perangkap Babi Hutan, Kondisinya Menyedihkan, Kaki Harus Diamputasi

Dari foto-foto yang beredar, Beruang Madu tampak tertelungkup di tanah. Kedua Beruang Madu itu ditemukan oleh warga yang pulang dari kebun.

2 Satwa Beruang Madu Masuk Perangkap Babi Hutan, Kondisinya Menyedihkan, Kaki Harus Diamputasi
Instagram / @gunungleusernationalpark
Beruang Madu yang terperangkap jeratan Babi Hutan di desa Ladang Neubok Kecamatan Jeumpa, Aceh Barat Daya, Rabu (12/6/2019). 

Tangapan BKSDA

Setelah foto beruang madu kurus kering ramai beredar di media sosial, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat (Kalbar) segera bertindak.

Pihak BKSDA langsung melakukan pemeriksaan terhadap satwa tersebut pada Senin (10/6/2019).

Diketahui, beruang madu itu berada di Kebun Binatang Sinka Island Park yang berlokasi di Jalan Malindo Teluk Karang, Kecamatan Singkawang Selatan, Kalimantan Barat.

Dilansir dari Kompas.com, Kepala BKSDA Kalbar Sadtata Noor Adirahmanta menyayangkan ada satwa dalam kondisi kurus yang ternyata masih diperlihatkan di kebun binatang.

"Betul, memang itu menjadi catatan kami bahwa saat ini pihak manajemen (kebun binatang Sinka Island Park) dari sisi kepedulian itu masih kami beri catatan kurang," ujar Sadtata Noor Adirahmanta, Kamis (13/6/2019) dilansir dari Kompas.com.

Sadtata Noor Adirahmanta mengungkapkan satwa dengan kondisi kurus atau sudah berumur apabila masih dipamerkan di kebun binatang bisa menimbulkan persepsi lain bagi pengunjung.

"Orang kan nangkapnya (berpikir) binatang itu kurus. Dulu pernah ada singa yang usianya sudah tua yang kurus kering, umurnya sekitaran 20 tahun. Kalau di alam mungkin umurnya tidak selama itu, karena di sini dikasih makan rutin. Kalau kondisinya kurus dan masih dipajang, masyarakat awam tidak punya data itu. Nah hal tersebut yang semestinya pihak manajemen tidak memajang satwa (dengan kondisi) itu," ujar Sadtata Noor Adirahmanta.

Walau kondisi fisik Beruang Madu tersebut kurus, ia menilai satwa tersebut masih berperilaku dan beraktivitas normal.

Oleh karena itu, perlu diselidiki penyebab Beruang Madu menjadi kurus.

Sadtata Noor Adirahmanta juga menyampaikan saat ini pihak dokter belum bisa melakukan pemeriksaan medis karena dokter dari Sinka Island Park tidak ada di tempat.

Adapun pemeriksaan medis baru bisa dilakukan ketika dokter dari BKSDA Kalbar dan dokter dari Sinka Island Park memeriksa Beruang Madu itu secara bersama-sama.

Hal itu dilakukan agar mengetahui penyebab Beruang Madu tersebut bisa dalam kondisi seperti itu.

"Meskipun kami juga punya dokter hewan, tapi pemeriksaan harus dilakukan bersama. Nah kita baru bisa menyatakan kalau itu penyakit atau apa setelah ada pemeriksaan medis," ungkapnya.

Iapun menjelaskan BKSDA hanya bersifat memberikan pembinaan dan arahan kepada pihak kebun binatang. Ia juga mengaku telah beberapa kali melakukan pembinaan ke pihak Sinka Island Park.

Akan tetapi, jika pembinaan tersebut tidak diindahkan oleh pihak kebun binatang, maka akan diberikan surat peringatan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) selaku pemberi ijin.

"Kalau misalnya arahan kami tidak pernah diindahkan, ya nanti akan terbit ssesuai ketentuannya, yakni surat peringatan 1-2-3. Bahkan kalau itu tidak diindahkan sama sekali kan bisa sampai dicabut ijinkan oleh pemberi ijin konservasi (Kementerian)," ujar Sadtata Noor Adirahmanta.

Sementara itu, dikabarkan Beruang Madu itu sudah berusia renta, kurang lebih 20 tahun. Hal ini terungkap dari penjelasan Sadtata Noor Adirahmanta.

Baca Juga:

VIDEO Penyelundupan Hewan Liar Digagalkan, akan Diserahkan ke BKSDA Kaltim agar Dapat Dilepasliarkan

Diduga Buaya Muara, BKSDA Akan Pindahkan Tangkapan Warga ke Penangkaran Buaya Teritip

Awalnya, Beruang Madu tersebut berada di Kebun Binatang Pontianak dan kemudian dipindahkan ke Sinka Island Park pada 2008.

"Mungkin sudah 20 tahunan, karena Beruang Madu itu di Sinka Island Park sudah 11 tahun. Sebelumnya Beruang Madu itu ada di kebun binatang Pontianak sejak 2008 yang kemudian ditutup, baru diserahkan ke Sinka Island Park," ujar Sadtata Noor Adirahmanta.

BKSDA berharap beruang madu tersebut tidak lagi dipamerkan di kebun binatang dan lekas diperiksa secara medis. (*)

(TribunKaltim.co / Cornel Dimas Satrio K)

Subscribe official YouTube Channel:

BACA JUGA:

Gatot Nurmantyo Ungkap Alasan Persamuhan Jenderal Purnawirawan di Istana Merdeka, Bahas Soal Makar

Tertawa Tanggapi Jalannya Sidang Sengketa Pilpres di MK, Mahfud MD Sebut Kubu 01 Sudah Menyerah

HEBOH Perampokan Toko Emas di Balaraja Terekam CCTV, Pelaku Todong Pistol dan Samurai

Jelang Pertunangan Jedar dan Richard Kyle, Satu Foto Ini Jadi Sorotan, Saksikan Siaran Langsungnya

Ungkap Hal Lain, Keluarga Bantah Hamil dan Minta Dinikahi, Ini 6 Fakta Baru Pembunuhan Vera Oktaria

Penulis: Cornel Dimas Satrio
Editor: Syaiful Syafar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved