Bivitri Susanti Sebut Tantangan Tim 02 Buktikan Pelanggaran TSM Sangat Berat, Butuh 8,5 Juta Suara

Ini susah atau berat banget karena tim 02 membutuhkan sekitar 8,5 juta suara kalau ingin menang," ujar Bivitri Susanti

Bivitri Susanti Sebut Tantangan Tim 02 Buktikan Pelanggaran TSM Sangat Berat, Butuh 8,5 Juta Suara
(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)
Anggota Tim Hukum pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Denny Indrayana hadir di sidang perdana sengketa pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO,  JAKARTA - Tim hukum Prabowo-Sandiaga memiliki tantangan dalam membuktikan pelanggaran yang didalilkan, yakni terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

Pakar hukum tata negara, Bivitri Susanti, menyatakan, tim hukum 02 harus bisa meyakinkan hakim Konstitusi bahwa pelanggaran TSM tersebut mampu membalikkan perolehan suara hasil pemilu presiden.

Peneliti PSHK Bivitri Susanti saat ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/2/2016).(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)
Peneliti PSHK Bivitri Susanti saat ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/2/2016).(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN) ()

"Tim hukum Prabowo-Sandiaga harus membuktikan bahwa TSM itu benar adanya dan mampu membalikkan perolehan suara hasil pemilu presiden. Ini susah atau berat banget karena tim 02 membutuhkan sekitar 8,5 juta suara kalau ingin menang," ujar Bivitri Susanti kepada Kompas.com, Jumat (15/6/2019).

TSM, lanjut Bivitri Susanti, merupakan tolok ukur yang harus dibuktikan oleh tim Prabowo-Sandiaga agar bisa menang sengketa pilpres di MK. Dimulai dari terstruktur, misalnya, tim 02 perlu memiliki bukti adanya menteri yang memerintahkan bawahannya untuk memilih paslon Jokowi-Ma'ruf.

Sementara pada aspek sistematisnya, seperti diungkapkan Bivitri Susanti, Bambang Widjojanto dan kawan-kawan juga ditantang bahwa terdapat perintah dari menteri yang telah didesain dari awal guna memilih paslon Jokowi-Ma'ruf.

"Untuk masifnya, tim 02 tidak bisa hanya membuktikan bahwa 100-200 orang saja yang diperintah memilih Jokowi-Ma'ruf, tapi harus lebih banyak dan signifikan untuk membalikkan suara hasil pilpres 2019," paparnya kemudian.

Dalam sidang permohonan sengketa atau gugatan pilpres yang dibacakan tim hukum Prabowo-Sandiaga dalam sidang pendahuluan sengketa pilpres di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (15/6/2019), tim 02 memiliki argumentasi kuantitatif dan kualitatif yang disampaikan ke hakim Konstitusi.

Baca Juga;

Ada Jatah Menteri Bila PAN dan Demokrat Gabung ke Jokowi? Ini Kata Maruf Amin dan Airlangga Hartarto

Prakiraan Cuaca Kota Samarinda Sabtu (15/6/2019) Jam 2 Siang Hujan Makin Lebat dan Disertai Petir

Halaman
12
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved