Ricuh Antar Advokat di Ruang Sidang PN Balikpapan, Belum Damai, Laporan Masih Sama-sama Jalan.

Masing-masing merasa dirugikan. Riahit mengalami luka lebam di jidat, sedangkan Aprino Napitupulu mengalami luka terkilir di kaki.

Ricuh Antar Advokat di Ruang Sidang PN Balikpapan, Belum Damai, Laporan Masih Sama-sama Jalan.
TRIBUN KALTIM/ Muhammad Fachri
Tim advokat yang dipimpin Bambang Edy Dharma S.H didampingi Agus Sindoro SH dan Riahit SH menunjukkan surat aduan kepolisian, Rabu (12/6/2019) usai melengkapi laporan di Sat Reskrim Polres Balikpapan. 

TRIBUNKALTIM.CO,  BALIKPAPAN - Kericuhan antar advokat di ruang sidang PN Balikpapan berujung laporan polisi. Kedua belah pihak saling lapor ke Polres Balikpapan atas dugaan tindak pidana penganiayaan. Saat ini laporan kedua belah pihak masih terus berjalan di kepolisian.

Kendati demikian antar pihak saling memaafkan, namun belum ada pencabutan aduan terkait kontak fisik yang terjadi antara Riahit SH dengan Aprino Napitupulu SH.

Masing-masing merasa dirugikan. Riahit mengalami luka lebam di jidat, sedangkan Aprino Napitupulu mengalami luka terkilir di kaki.

Bambang Edy Dharma SH rekan Riahit mengungkapkan sebenarnya pihaknya sudah saling memafkan. Rencananya, pada Kamis (20/6) akan dilakukan pertemuan kedua belah pihak untuk menyelesaikan persoalan secara damai, yang difasilitasi oleh lembaga adat terkait.

"Belum ada damai. Tadi hanya Pak Robert (ayah Aprino Napitupulu, Red) yang minta maaf," ujar Bambang Edy Dharma saat di PN Balikpapan Senin, (17/6/2019).

Untuk diketahui, Senin (10/6/2019) salah satu ruang sidang PN Balikpapan gaduh lantaran terjadi keributan antar advokat yang beracara. Bahkan keributan tersebut berujung pada kontak fisik.

Ujung-ujungnya kedua belah pihak saling lapor ke kantor polisi terkait dugaan pidana penganiayaan.

Advokat Aprino Napitupulu mengalami kaki terkilir di bagian kaki kanan, sedangkan lawannya salah satu tim advokat yang dipimpin Bambang Edy Dharma SH mengalami memar di bagian kepala dan paha.

Belakangan diketahui, kedua belah pihak terlibat cekcok sebelum sidang perdata kasus utang piutang.

"Jadi disepakati hakim pukul 10.00 sidang. Kita berkomitmen tak telat. Jadi kami berangkat Minggu sore dari Samarinda. Jam 09.00 wita kami sudah absen di PN dan 09.30 sudah stay di ruang sidang," kata Bambang Edy Dharma usai melengkapi laporan di Sat Reskrim Polres Balikpapan.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved