Banjir di Bontang

Volume Sampah di Bontang Selama Banjir Meningkat 2 Kali Lipat, Koreksi Buat Warga Jaga Lingkungan

Musibah banjir di Kota Bontang menjadi koreksi bagi masyarakat. Volume sampah yang menumpuk di bantaran sungai dan tersangkut di gelagar jembatan

Volume Sampah di Bontang Selama Banjir Meningkat 2 Kali Lipat, Koreksi Buat Warga Jaga Lingkungan
TRIBUN KALTIM/ ICHWAL SETIAWAN
MENUMPUK — Sampah yang tersangkut di jembatan membuat lalu lintas air terhambat. Volume sampah yang meningkat selama banjir menjadi catatan bagi warga agar lebih ramah terhadap lingkungan, dengan membuang sampah pada tempatnya. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG — Musibah banjir di Kota Bontang menjadi koreksi bagi masyarakat. Volume sampah yang menumpuk di bantaran sungai dan tersangkut di gelagar jembatan menghambat lalu lintas air.

Dari data Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Bontang volume sampah selama banjir meningkat signifikan.

Bahkan, puncak volume sampah yang diangkut petugas mencapai 120 ton per hari atau meningkat 2 kali lipat dari hari-hari normal.

Kepala UPT TPA Bontang, Yuniar mengatakan hampir sepekan volume angkutan sampah meningkat sejak banjir terjadi.

CAPS :: MENUMPUK — Sampah yang tersangkut di jembatan membuat lalu lintas air terhambat. Volume sampah yang meningkat selama banjir menjadi catatan bagi warga agar lebih ramah terhadap lingkungan, dengan membuang sampah pada tempatnya.
CAPS :: MENUMPUK — Sampah yang tersangkut di jembatan membuat lalu lintas air terhambat. Volume sampah yang meningkat selama banjir menjadi catatan bagi warga agar lebih ramah terhadap lingkungan, dengan membuang sampah pada tempatnya. (TRIBUN KALTIM/ ICHWAL SETIAWAN)

Mulai tanggal 6 Juni sampai dengan 11 Juni volume sampah bertambah.

Pada 6 Juni kemarin, volume sampah sebanyak 115 ton kemudian meningkat jadi 120 ton keesokan harinya. Lalu berangsur turun 83 ton hingga mencapai 60 ton.

“Kita harus menambah jam kerja petugas kebersihan, karena jumlah sampah meningkat makanya ritasi (angkut) juga meningkat,” ujar Yuniar kepada TribunKaltim.co saat diwawancara.

Lebih lanjut, Yuniar menerangkan pihaknya tidak mengetahui pasti jumlah sampah yang terangkut dari sungai.

Namun, volume sampah yang meningkat disebabkan lantaran adanya tambahan angkutan sampah dari sungai.

Sebab, sehari-hari volume sampah yang diangkut berkisar 60-70 ton.

Sampah dari masyarakat yang diangkut dari tempat sampah di kawasan pemukiman.

Hal ini sepadan dengan pantauan TribunKaltim.co di lapangan sepekan terakhir.

Petugas kebersihan bahkan sejumlah ormas kerap menggelar aksi bersih-bersih di badan sungai dan jembatan.

Sampah yang menumpuk di gelagar jembatan dibersihkan.

Petugas kebersihan turut serta ormas kerja sama menyisir titik sampah yang menumpuk.

Walikota Bontang, Neni Moerniaeni beberapa kesempatan sempat mengabadikan momen kala petugas kebersihan mengangkut sampah yang tersangkut di jembatan sungai.

Ia menghimbau masyarakat agar lebih peduli dan bijak dalam membuang sampah mereka. Musibah banjir menjadi catatan bagi warga agar lebih ramah kepada lingkungan. (*)

Pemkot Bontang Kebut Normalisasi Sungai

Diberitakan sebelumnya, upaya percepatan penanganan musibah banjir di Kota Bontang terus dikebut. Salah satunya program normalisasi sungai di sejumlah kelurahan Bontang.

Walikota Bontang, Neni Moerniaeni meninjau langsung rencana normalisasi sungai Kanimbungan di Kelurahan Guntung, Kamis (13/6/2019).

Halaman
123
Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved