Traveling

Jalan-jalan Susur Sungai Mahakam Pakai Kapal Wisata Pesut, Singgah Juga di Gedung Tua Zaman Belanda

Jalan-jalan Susur Sungai Mahakam Pakai Kapal Wisata Pesut, juga di Gedung peninggalan perang dunia ke 2 milik Belanda saat menjajah Indonesia.

TRIBUNKALTIM.CO SAMARINDA - Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur kenalkan beragam destinasi wisata Kutai Kartanegara.

Dengan mengarungi Sungai Mahakam, menggunakan Kapal Wisata Pesut Kita, Dispar Kaltim mengundang beberapa instansi serta komunitas yang ads di Kota Samarinda, untuk turut menikmati wisata yang ada didaerah Loa Kulu, Kutai Kartanegara.

Sebagai tujuan pertama, Dispar Kalimantan Timur mengajak para tamu undangan ke sebuah Gedung bernama Magazine. Yaitu salah satu Gedung peninggalan perang dunia ke 2 milik Belanda saat menjajah Indonesia.

Sebuah bangunan tua yang dulu menjadi gudang penyimpanan barang dan batu bara milik Belanda yang berada di Kawasan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, kini mulai dikelola oleh pemerintah dan warga setempat.

PLH Kadis Pariwisata Kaltim, Ahmad Herwansyah memaparkan bahwa kunjungan Dinas Pariwisata Kaltim ke Loa Kulu ini merupakan trip wisata susur Sungai Mahakam. Kawasan ini harus terus dilestarikan serta dikembangkan untuk menarik wisatawan. 

"Ini merupakan trip awal wisata susur sungai mahakam yang kita lakukan, banyak sejarah disini yang harus kita kembangkan, warga juga harus aktif melestarikan peninggalan sejarah ini," pungkas Herwan, Rabu (19/6/2019).

Meski Gedung itu terkenal angker oleh beberapa penduduk, namun warga terutama kaula muda tak segan memanfaatkan gedung tua tersebut, untuk berkegiatan swafoto.

Wisatawan mengunjungi dan melihat interior Gedung Magazine peninggalan Belanda, di Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur pada Rabu (19/6/2019) siang.
Wisatawan mengunjungi dan melihat interior Gedung Magazine peninggalan Belanda, di Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur pada Rabu (19/6/2019) siang. (TribunKaltim.Co/Cahyo W Putro)

Salah seorang wisatawan asal Kota Samarinda Briza mengaku kagum dengan bangunan ini, terlihat sekali struktur bangunannya dan juga ada desain Belanda yang membuatnya memiliki kesan klasik dan kaya akan sejarah masa lampau. 

"Bagus ini lokasinya, keren juga buat selfie dan hunting foto disini. Kalo di Samarinda sudah gak ada yang beginian, jadi kami sempetin untuk singgaj buat foto foto pas mau ke Tenggarong juga," ujar Briza.

Gedung ini juga dulu dikatakan, merupakan gedung perkantoran dan pertemuan tentara belanda, Gedung ini juga menjadi saksi bisu adanya tambang batu bara peratama di Kalimantan Timur.

Halaman
1234
Penulis: Cahyo Wicaksono Putro
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved