Nur Latifah, Saksi Prabowo-Sandi yang Dicap jadi Penjahat Politik, Begini Klarifikasi Bawaslu

Bawaslu akhirnya menanggapi kisah Nur Latifah, yang menemukan petugas KPPS mencoblos 15 surat suara. Akibatnya Nur Latifah dicap penjahat politik

TRIBUNKALTIM.CO - Cerita Nur Latifah, saksi yang dihadirkan kubu Prabowo-Sandi menjadi perhatian.

Dalam sidang ketiga sengketa Pilpres 2019, yang berlangsung di Mahkamah Konstitusi, Nur Latifah mengungkapkan dirinya dicap sebagai penjahat politik di daerahnya.

Hal ini terjadi lantaran Nur Latifah mendapati petugas KPPS yang mencoblos 15 surat suara.

Kisah Nur Latifah di sidang ini pun mendapat respon dari Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu.

Ketua Bawaslu Abhan menanggapi cerita Nur Latifah, saksi pasangan capres cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi, dalam sidang sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi.

Adapun, Nur Latifah menceritakan soal anggota KPPS di TPS 08 Dusun Winongsari, Desa Karangjati, Kabupaten Boyolali, yang mencobloskan 15 surat suara mewakili warga.

Abhan mengatakan Bawaslu Boyolali telah melakukan kajian atas kejadian itu.

"Bawaslu Boyolali telah melakukan kajian dan kesimpulannya ada pelanggaran prosedur tata cara," ujar Abhan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Rabu (18/6/2019).

Pelanggaran prosedur yang dimaksud ketika anggota KPPS mencobloskan surat suara mewakili warga lain.

Abhan mengatakan seharusnya ada form khusus jika ada warga yang meminta dibantu melakukan pencoblosan.

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved